Ganjar Pranowo Beri Arahan Antisipasi Dampak Gempa Salatiga-Ambarawa Yang Terjadi Puluhan Kali
humas.jatengprov.go.id
Nasional
Bencana Gempa 2021

Selama tiga hari berturut-turut, wilayah Salatiga-Ambarawa, Jateng, diguncang gempa. Atas gempa ini, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memberikan arahan untuk mengantisipasi dampak gempa tersebut.

WowKeren - Sejak Sabtu (23/10) hingga Minggu (24/10), wilayah Salatiga, Banyubiru, Ambarawa, dan sekitarnya di Provinsi Jawa Tengah, diguncang gempa. Adapun gempa ini terjadi puluhan kali. Atas hal ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan apel siaga.

Selain meminta apel siaga bencana mengenai gempa di Salatiga dan Ambarawa, Ganjar juga mengantisipasi banjir dan longsor di beberapa daerah. Ia menuturkan bahwa mengenai gempa, pihaknya sudah berkomunikasi dengan kepala daerah setempat. Sejumlah tenda darurat pun juga telah dipasang untuk persiapan.

"Kemarin langsung komunikasi dengan bupati Semarang dan Wali Kota Salatiga," ujar Ganjar dalam keterangan yang diterima detik.com, Senin (25/10). "Sudah langsung dibuatkan tenda darurat. Maka segera gelar apel siaga karena selain gempa, antisipasi hujan lebat."


Menurut Ganjar, apel siaga perlu dilakukan lantaran curah hujan yang semakin tinggi. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, puncak curah hujan tinggi diperkirakan terjadi pada bulan Desember mendatang.

Mengenai gempa yang terus terjadi di Salatiga-Ambarawa, Ganjar menerangkan bahwa tim geologi masih terus bekerja meneliti, maka dengan begini, kesiagaan masih perlu dilakukan, khususnya di daerah sesar yakni Salatiga dan Kabupaten Semarang. "Dari (dinas) ESDM mencoba mendampingi dan ikuti terus pergerakan sesar yang ada karena ini bukan vulkanik, tim geologi lagi bekerja maka punya asumsi kita mesti siaga," papar Ganjar.

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa apel siaga juga merupakan bentuk sosialisasi agar siap, termasuk mengupayakan penggunaan alat, bahkan yang paling sederhana seperti kentongan. "Saya juga minta di beberapa titik yang rawan bencana lakukan simulasi evakuasi, gunakan seluruh alat, tidak usah canggih kentongan cukup sehingga mengurangi resiko bencana," jelas Ganjar.

Di sisi lain, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie menuturkan bahwa hingga Senin (25/10) pagi, sudah ada sekitar 34 gempa sejak Sabtu (23/10) dini hari di Salatiga dan Ambarawa. Adapun gempa ini terjadi pada pukul 05.05 WIB, berkekuatan M 2,5, di kedalaman 11 km.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts