Gubernur Jabar Ridwan Kamil Dipuji Panelis KTT COP26 Soal Strategi Pemulihan Sungai Citarum
Twitter/ridwankamil
Nasional

Indonesia kembali menorehkan prestasi di mata dunia. Baru-baru ini, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mendapatkan pujian dari para panelis luar negeri KTT COP26 atas pemeliharaan lingkungan alam.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Indonesia turut menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemim Dunia tentang Perubahan Iklim (COP26). Dalam acara ini juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.

Dalam acara tersebut, ada kabar membanggakan bagi Indonesia yakni Ridwan Kamil mendapat pujian dari para panelis luar negeri di KTT COP26 atas strateginya dalam memulihkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Apresiasi ini dilontarkan saat Ridwan memaparkan kemajuan penanganan Sungai Citarum dan upaya penanganan sampah di Jabar.

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar itu, memaparkan mengenai perkembangan penanganan Sungai Citarum dalam acara bertajuk "Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia," di Paviliun Indonesia, Glasglow, Skotlandia, Selasa (2/11).



Kristen Hughes selaku moderator sekaligus Director of Global Plastic Action Partnership menilai bahwa Kang Emil merupakan sosok pemimpin yang sangat ambisius dalam arti positif dan inspirator baik untuk Indonesia. Dalam kegiatan yang juga merupakan rangkaian dari COP26 itu, ia mengatakan bahwa sistem pentaheliks membuat progres Citarum menjadi sangat bagus.

Menurut Hughes, sistem tersebut terdapat investasi yang luar biasa, kemudian banyak strategi bagus, dengan multi stakeholders yakni pemerintah, society, komunitas, dan semua bekerja bersama untuk fokus pada sungai dalam jangka waktu panjang. Kemudian, ia juga memuji Kang Emil lantaran program "Citarum Harum" dinilai juga berfokus pada jangka waktu pendek dan untuk 50 tahun ke depan.

Hughes menekankan bahwa ia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia yang telah mengerjakan program tersebut dengan fantastis. "Masih banyak hal yang harus dikerjakan di Indonesia, namun tentu saja menjadi contoh yang baik dari Jabar," ungkap Hughes dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Selanjutnya, Hughes juga memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo atas keberlanjutan program dan green development di Indonesia yang sudah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) dan lainnya. Ia lantas menyebut sangat antusian pada 2028 mendatang akan ada national plastic action partnership dan Indonesia bakal menjadi negara pertama yang mengambil langkah maju.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts