Pemerintah membuka opsi program booster vaksin COVID-19 dimulai pada 2022 namun dilakukan secara berbayar. Lantas berapa kisaran harga vaksin yang tersedia?
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 November 2021 - 16:01 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah membuka rencana penyuntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga alias booster untuk masyarakat umum. Sedianya vaksinasi ini dimulai pada 2022 mendatang namun diberikan secara berbayar.
Meski demikian, Budi Gunadi belum membongkar detail rencana vaksinasi booster tersebut kecuali lima merek yang mungkin dipakai. Antara lain Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm, yang mana nanti masyarakat bisa memilih sendiri produk yang akan dipakai.
Lantas bila diberikan secara berbayar, berapa kisaran harga vaksin-vaksin tersebut? Berikut adalah perkiraan harga vaksin COVID-19 dilansir dari UNICEF COVID-19 Vaccine Market Dashboard.
Untuk vaksin Sinovac, menurut catatan UNICEF digunakan di Brasil hingga Ukraina. Harganya pun berkisar di rentang USD10 (~Rp142.485) hingga USD39,52 (~Rp563.101).
Sementara di Indonesia harga per dosisnya mencapai USD13.6 (~Rp193.780). Namun mengutip Kumparan, PT Bio Farma pada 19 Oktober 2020 menyebut harga vaksin Sinovac di kisaran Rp200 ribu per dosis, sedangkan Menkes Budi Gunadi menyatakan harga vaksin tersebut adalah USD6 atau sekitar Rp85.000.
Vaksin AstraZeneca digunakan di Argentina, Eropa, hingga Filipina. Harga per dosisnya, menurut UNICEF, pun beragam namun berada di kisaran USD2,19 (~Rp31.204) hingga USD13.27 (~Rp189.078) per dosisnya.
Selanjutnya vaksin Moderna, menurut catatan UNICEF, dibeli oleh Fasilitas COVAX sampai Amerika Serikat. Kisaran harganya antara USD10 (~Rp142.485) sampai USD37 (~Rp527.195) untuk satu dosisnya.
Lalu vaksin Pfizer juga digunakan oleh banyak negara lain selain Indonesia, seperti Uni Afrika dan Uni Eropa. Harga per dosisnya juga beragam, mulai dari USD6,75 (~Rp96.177) sampai USD23.15 (~Rp329.853).
Dan yang terakhir adalah vaksin Sinopharm yang di Indonesia sudah dipakai untuk vaksinasi gotong royong. Pemerintah telah mengatur tarif vaksinasi satu dosis Sinopharm adalah Rp321.660. Namun menurut catatan UNICEF, vaksin ini dipasarkan dengan kisaran harga USD9 (~Rp128.237) sampai USD36 (~Rp512.946).
Di sisi lain, masih ada kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan booster COVID-19 secara gratis. Yakni mereka yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
(wk/elva)