Beberapa netizen menciptakan kontroversi yang tidak perlu tentang cara Winter aespa berbicara melalui pesan teks. Ini menuai beragam reaksi netizen yang mengaku gagal paham.
- Chusnul Chotimah
- Rabu, 10 November 2021 - 10:50 WIB
WowKeren - Winter aespa baru-baru ini terlibat kontroversi karena istilah yang digunakannya di Bubble. Idol SM Entertainment itu dituduh menggunakan bahasa gaul dari situs kontroversial Ilbe.
Winter diketahui berasal dari Yangsan Gyeongsangdo, yang merupakan distrik yang terkenal dengan dialek Korea mereka yang khas. Namun beberapa netizen menciptakan kontroversi yang tidak perlu tentang cara Winter berbicara melalui pesan teks.
Baru-baru ini Winter berkomunikasi dengan para penggemar melalui Bubble. Sementara percakapan mereka biasa saja, beberapa netizen Korea membuat kontroversi dari percakapan mereka.
Di Korea Selatan, ada komunitas sayap kanan yang disebut ilbe. Dibuat oleh para pemuda yang anti pemerintah, komunitas pengguna online anonim ini dikenal karena pandangan misoginis mereka yang penuh kebencian.
Menurut netizen, pengguna Ilbe berbicara dalam "dialek" tertentu di antara satu sama lain, yang mirip dengan dialek Gyeongsangdo. Inilah yang membuat Winter terlibat kontroversi.
Dialek Geyongsangdo Winter sering menggunakan "노" (tidak) di akhir beberapa frasanya. Menurut beberapa netizen, ini juga merupakan jenis verbiage yang digunakan oleh pengguna Ilbe, yang dikenal sebagai bahasa "no-che."
Pengguna Ilbe mulai mempelajari bahasa ini setelah mendiang presiden Korea Selatan Roh Moo Hyun. Kata-kata ini dibuat dalam upaya untuk mengejek mantan presiden, menggunakan nama belakangnya "Roh" (juga diucapkan tidak dalam bahasa Korea).
Karena dianggap berhubungan dengan Ilbe dan makna di baliknya, penduduk Gyeongsangdo menjadi sangat berhati-hati dalam berbicara. Namun apa yang dilakukan Winter dianggap tidak bermasalah.
Netizen pun membela Winter, mengatakan bahwa idol tersebut hanya berkomunikasi biasa dengan dialek. Banyak yang kesal karena Winter harus terlibat kontroversi yang sebenarnya tidak perlu.
"Apa yang mereka katakan, itu membuatku kesal," komentar netizen. "Dia hanya menggunakan dialeknya, kenapa ini menjadi kontroversi?" tambah netizen lain. "Sekarang dia bahkan tidak bisa berbicara dengan nyaman," sahut yang lain. "Kontroversi yang tidak penting," pungkas lainnya.
(wk/chus)