Wiku mengakui bahwa penambahan kasus positif ini bisa dibilang hanya sedikit. Namun penambahan ini harus dicermati karena terhitung besar jika dibandingkan provinsi lain yang tidak mengalami kenaikan kasus.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 10 November 2021 - 12:14 WIB
WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan lima provinsi yang mencatat kenaikan kasus positif virus corona tertinggi pekan ini. Kelima provinsi ini tersebar di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali.
"Terdapat lima provinsi yang mencatatkan kenaikan kasus positif tertinggi jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Yaitu Papua Barat naik 100 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta naik 77 kasus, DKI Jakarta naik 46 kasus, Sulawesi Tenggara naik tujuh kasus dan Kepulauan Bangka Belitung naik lima kasus," papar Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers pada Selasa (9/11).
Wiku mengakui bahwa penambahan kasus positif ini bisa dibilang hanya sedikit. Namun ia menyatakan penambahan ini harus dicermati karena terhitung besar jika dibandingkan provinsi lain yang tidak mengalami kenaikan kasus.
"Mohon kepada seluruh gubernur dari kelima provinsi yang naik di minggu ini untuk segera berkoordinasi dengan bupati dan wali kota di bawahnya untuk mengantispasi adanya kenaikan kasus di minggu berikutnya," papar Wiku.
Lebih lanjut, Wiku memaparkan bahwa angka kematian COVID-19 nasional pekan ini menunjukkan penurunan. Meski begitu, masih ada lima provinsi yang tetap mencatatkan kenaikan angka kematian pekan ini.
"Lima provinsi dengan angka kematian tertinggi adalah Sulawesi Utara naik lima kematian, Sumatera Barat naik tiga kematian, Sulawesi Selatan naik dua kematian, Riau naik dua kematian, dan Kalimantan Barat naik satu kematian," terangnya.
Sama seperti kasus positif, penambahan angka kematian ini mungkin bisa dibilang sangat sedikit. Namun Wiku menegaskan bahwa satu nyawa terhitung sangat berharga.
"Jika tujuan kita adalah endemi COVID-19, maka kita tidak dapat menoleransi bahkan satu kematian pun," tegas Wiku. "Untuk itu, kepada gubernur dari kelima provinsi ini diharapkan untuk terus berkoordinasi dengan bupati dan wali kota di bawahnya untuk meningkatkan pelayanan pada pasien COVID-19. Utamanya pada gejala sedang dan berat."
(wk/Bert)