BMKG Ingatkan Ada Aktivitas La Nina Picu Cuaca Ekstrem Di Kalsel, Minta Masyarakat Waspada
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional

BMKG kembali memperingatkan akan adanya aktivitas La Nina. Kali ini, BMKG memperingatkan masyarakat Kalimantan Selatan untuk tetap waspada terhadap dampak dari aktivitas La Nina.

WowKeren - Memasuki musim hujan, segala bentuk ancaman bencana alam seperti banjir pun kini membayangi sejumlah daerah di Indonesia. Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi, Syamsudin Noor Banjarmasin mengingatkan akan adanya aktivitas La Nina yang memicu cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Maka dari itu, Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Muhammad Shaaimul Qadri mengimbau masyarakat untuk selalu waspada akan dampak dari aktivitas La Nina. "Jadi masyarakat diminta waspada terutama ketika akan beraktivitas di luar saat hujan," tutur Shaaimul dalam keterangan, Kamis (11/11).

Shaaimul lantas menjelaskan bahwa La Nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa La Nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan di Indonesia terjadi, selain angin muson.


Sementara di Kalsel sendiri, kata Shaaimul, selain La Nina yang berpengaruh, adanya belokan angin (shearline) juga berpotensi mengakibatkan berkumpulnya massa udara juga memicu pertumbuhan awan-awan penyebab cuaca buruk. Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca di Kalsel sendiri secara umum untuk satu pekan ke depan berpotensi berawan dan hujan ringan hingga sedang.

Sementara untuk beberapa daerah lainnya, kata Shaaimul, juga kemungkinan bisa berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan petir atau kilat, serta angin kencang pada 10-12 November 2021, di siang sampai malam hari. Selain itu pada 13-14 November 2021, juga perlu diwaspadai.

"Perlu diwaspadai juga pada tanggal 13-14 November, di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Kotabaru, Tanah Bambu, Hulu Sungai Tengah dan Tanah Laut, terjadinya hujan deras dengan intensitas tinggi," papar Shaaimul.

Sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar). Bahkan banjir ini sampai memakan 2 korban jiwa. Selain itu, dalam peristiwa nahas tersebut juga menyebabkan setidaknya 87.496 jiwa dilaporkan terdampak, serta 21 ribu unit rumah, tempat ibadah dan 5 unit jembatan rusak.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts