Bakal Digelar Dalam Waktu Dekat, Ini Aturan Turnamen Bulu Tangkis Internasional Di Bali
Twitter/Badmintonphoto/bwfmedia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam waktu dekat, Indonesia, tepatnya Bali, akan menggelar turnamen bulu tangkis internasional. Mengingat Indonesia saat ini masih berada dalam pandemi COVID-19, maka pemerintah mengeluarkan sejumlah aturan.

WowKeren - Sebelumnya, Bali telah ditunjuk menjadi tuan rumah atas setidaknya 3 turnamen bulu tangkis bergengsi kelas internasional. Adapun penunjukkan ini dilakukan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Mengingat turnamen ini bakal digelar di tengah pandemi COVID-19, maka pemerintah mengeluarkan aturan untuk mencegah penyebaran virus Corona, serta terjadinya klaster baru. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pun telah merilis intrusksi terbaru Nomor 59 tahun 2021 tentang gelaran turnamen bulu tangkis internasional di Bali dalam waktu dekat.

Dalam instruksi tersebut, Tito meminta agar panitia penyelenggaraan turnamen bulu tangkis internasional di Bali itu untuk membentuk Satuan Tugas Prokotol Kesehatan (Satgas Prokes) Penanganan COVID-19 yang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ada sejumlah poin yang disampaikan oleh Tito.

"Penyelenggaraan turnamen wajib menerapkan prokes secara ketat dengan mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang diwajibkan untuk diinstal bagi seluruh partisipan luar negeri dan dalam negeri serta mengisi e-HAC pada saat kedatangan," terang Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).


Selanjutnya, Tito minta agar seluruh partisipan mulai dari atlet, offisial, wasit, panitia, media, hingga sponsor yang tiba dari luar negeri diwajibkan memiliki hasil tes swab PCR negatif 3x24 jam sebelum keberangkatan ke Jakarta, dan kembali melakukan tes COVID-19 saat kedatangan bagi penerbangan langsung atau saat melakukan transit di Jakarta, sebelum terbang ke Bali.

Lebih lanjut, Tito juga meminta agar seluruh partisipan dari luar negeri wajib menunjukkan tanda bukti vaksin COVID-19 baik dalam bentuk digital atau cetak berbahasa Inggris. Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan memiliki asuransi kesehatan yang mengakomodir biaya COVID-19 dengan nilai minimal USD 100 ribu sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penaganan COVID-19 Nomor 20 Tahun 2021.

Sementara untuk tanda bukti atau sertifikat vaksin COVID-19 partisipan dari dalam negeri, kata Tito, semua sudah terverifikasi ke dalam aplikasi PeduliLindungi. Sementara untuk partisipan dari luar negeri, telah dilakukan melalui Keduataan Besar negara yang bersangkutan di Indonesia.

Kemudian, Tito menegaskan bahwa seluruh peserta gelaran turnamen bulu tangkis itu harus melakukan karantina terpusat selama 3 hari di luar gelembung (bubble) yang telah disediakan oleh panitia. Hal ini juga berlaku kepada seluruh partisipan yang sudah divaksin COVID-19 lengkap.

"Kendati bagi yang belum divaksin lengkap, peserta diwajibkan melakukan karantina terpusat selama 5 (hari di luar gelembung (bubble) yang telah disediakan oleh Panitia," tegas Tito. "Apabila ada yang diketahui/ditemukan hasil tes positif, maka yang bersangkutan wajib melakukan isolasi minimal 10 hari di fasilitas kesehatan atau isolasi terpusat yang disediakan oleh Panitia Penyelenggara."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts