Bali Ditunjuk Jadi Tuan Rumah 3 Turnamen Bulu Tangkis Dunia Saat RI 'Banjir' COVID-19
Pixabay/Salman Hossain Saif
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Situasi COVID-19 yang cukup tidak terkendali tak menyurutkan niat BWF menunjuk Bali sebagai tuan rumah Indonesia Master 2021, Indonesia Open 2021, dan BWF World Tour Finals 2021.

WowKeren - Tak ada yang memungkiri lonjakan besar kasus COVID-19 di Indonesia. Dengan catatan 20 ribu kasus positif baru per hari, Indonesia memang seolah tengah "banjir" infeksi virus Corona.

Namun situasi ini tak menyurutkan langkah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menunjuk Bali sebagai tuan rumah atas setidaknya 3 turnamen bergengsi. Ketiganya adalah Indonesia Master 2021 pada 16-21 November 2021, Indonesia Open 2021 pada 23-28 November 2021, dan BWF World Tour Finals 2021 pada 1-5 Desember 2021.

Diterangkan lebih jauh seperti di situs resmi BWF, berbagai turnamen bulu tangkis dunia memang akan digelar segera setelah Olimpiade Tokyo berakhir per 8 Agustus 2021 mendatang. Dan BWF memastikan turnamen-turnamen ini menawarkan pemain platform yang aman serta konsisten untuk mendapatkan poin di peringkat dunia BWF.

Perihal rencana penyelenggaraan turnamen kelas dunia di Bali ini pun telah dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund. Lund memastikan bahwa jadwal ini telah dikoordinasikan dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).


Lantas adakah rencana khusus mengingat turnamen akan digelar di tengah pandemi COVID-19, apalagi karena situasi Indonesia saat ini masih cukup mengkhawatirkan? Dijelaskan Lund, sedianya turnamen di Bali akan disgelar dengan sistem bubble alias karantina terlebih dahulu sebelum berlomba.

"Kami telah bekerjasama dengan PBSI untuk menyajikan rencana komprehensif untuk tiga Minggu di Bali dengan sistem bubble," tutur Lund, dikutip pada Selasa (29/6). "Mirip yang kita lihat pada Asian Leg di Bangkok awal tahun lalu."

Pandemi COVID-19 memang mengganggu banyak aspek, termasuk turnamen-turnamen olahraga kelas dunia. Bahkan Olimpiade Tokyo yang seharusnya diselenggarakan sejak 2020 lalu pun ditunda dan terus menemui pro-kontra beberapa hari jelang pelaksanaannya bulan Juli 2021 besok.

Agenda internasional ini banyak menuai pro dan kontra karena pandemi COVID-19 yang belum teratasi. Sedangkan di Indonesia sendiri, saat ini malah tengah berjibaku melawan lonjakan besar yang dikaitkan dengan tingginya mobilitas warga saat libur Lebaran kemarin, juga adanya varian baru Corona Delta yang jauh lebih cepat menular.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts