Pihak kepolisian sebelumnya mengungkapkan penyebab kebakaran kilang minyak milik pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, dikarenakan oleh sambaran petir. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari ahli.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 16 November 2021 - 17:45 WIB
WowKeren - Sebelumnya, Polda Jawa Tengah mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di Cilacap itu karena tersambar petir. Sementara itu saat disinggung mengenai hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa tangki kilang minya memang sangat berpotensi tersambar petir.
Meski demikian, salah seorang ahli dari Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), Deni Septiadi menyampaikan bahwa ia meragukan jika penyebab kebakaran kilang minyak pertamina itu dikarenakan sambaran petir. Menurutnya, dengan karakteristik dan sifat fisisnya, sangat sulit sekali jika jenis petir CG dapat menyambar langsung pada tangki minyak pertamina, khususnya di malam hari, apalagi tanpa analisis kuat arus atau menyaksikan secara visual.
Sementara saat disinggung mengenai kemungkinan sensor petir BMKG mendeteksi sambaran petir ke tangki, Dedi menerangkan bahwa sensor petir terbagi dalam dua jenis yakni Ground Based dan Satelite Based, masing-masing alat ini memiliki akurasi masing-masing. Sementara sensor yang dimiliki oleh BMKG adalah Ground Based, dengan stasiun tunggal dan metode deteksi lokasi menggunakan Direction Finding.
Maksudnya adalah, default satu sensor dapat mendeteksi posisi petir. Akan tetapi, efisiensi deteksi sensor tersebut kurang lebih 75 persen pada radius sekitar 50 km. Kemudian, kuat atau lemah sinyal petir akan mengakibatkan kekeliruan posisi petir tersebut apalagi hanya menggunakan satu sensor deteksi.
Dedi mengatakan bahwa dengan alat tersebut, hanya bisa mendeteksi posisi luah listrik dari kilat petir, tidak dapat memastikan besar arus, bahkan sambaran petir langsung kepada suatu objek. Kemudian ia menerangkan bahwa petir sebenarnya merupakan produk atau hasil awan yang matang. Petir memiliki 3 jenis yakni IC, CC, dan CG. Namun dari 3 jenis petir itu, CG merupakan yang paling kuat lantaran membutuhkan jarak bahkan hingga 5 km dan 10 km untuk menyambar ke permukaan.
Maka dari itu, menurut Dedi, melihat karakteristik dan sifatnya, sangat sulit sekali jika petir jenis CG dapat menyambar langsung tangki minyak pertamina pada malam hari, apalagi tanpa analisis kuat arus atau menyaksikan secara visual.
(wk/tiar)