Direktur Operasi PT Jasamarga Tollroad Operator, Yoga Tri Anggoro, mengungkapkan bahwa kamera pengawas alias CCTV di KM 49 hingga KM 72 ruas tol Japek mengalami gangguan pada saat kejadian.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 16 November 2021 - 22:26 WIB
WowKeren - Kasus dugaan unlawful killing (pembunuhan di luar proses hukum) terhadap laskar FPI masih terus bergulir di persidangan. Dalam persidangan pada Selasa (16/11), Direktur Operasi PT Jasamarga Tollroad Operator, Yoga Tri Anggoro, mengungkapkan bahwa kamera pengawas alias CCTV di KM 49 hingga KM 72 ruas jalan tol Jakarta-Cikampek mengalami gangguan pada saat kejadian.
Yoga memaparkan bahwa CCTV aktif pada saat kejadian, namun dalam keadaan offline dan tak bisa menyimpan gambar di server karena mengalami gangguan. Menurutnya, kamera CCTV tersebut telah offline sejak 6 Desember 2020 sekitar pukul 04.40 WIB atau sebelum insiden penembakan terjadi.
"Ada laporan bahwa CCTV dari KM 49-72 itu offline dalam hal ini karena kami set 24 jam tampilannya hilang," ungkap Yoga di PN Jakarta Selatan. "Jadi kami ketik ada kejadian seperti itu kita akan selalu membuat laporan kerusakan seperti itu kami sampaikan ke vendor kami."
Yoga mengaku belum tahu secara detail penyebab CCTV tersebut offline. Namun berdasar laporan, hal tersebut bisa terjadi akibatnya putusnya jaringan fiber optik ke server yang ada di Bekasi.
Terkait hal tersebut, tim kuasa hukum kedua terdakwa lantas menanyakan apakah ada sabotase di balik gangguan CCTV tersebut. Sebagai informasi, kedua terdakwa dalam kasus ini adalah Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin.
"Apakah ditemukan adanya tanda-tanda atau bukti bahwa yang menjadi offline di KM sekian dikarenakan sabotase?" tanya kuasa hukum kedua terdakwa, Henry Yosodiningrat, kepada Yoga.
Menjawab pertanyaan Henry, Yoga menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui soal dugaan sabotase terkait gangguan di CCTV. Pasalnya, laporan adanya gangguan tersebut ia peroleh dari pihak vendor.
"Saya tidak tahu pak, jadi yang saya ketahui tadi saya sampaikan adalah berdasarkan laporan dari vendor kami," jawab Yoga.
Henry kemudian kembali bertanya apakah dalam laporan vendor tersebut tak ada yang menyebutkan adanya indikasi sabotase. "Tidak disampaikan dalam laporan," jawab Yoga lagi.
Hal senada juga dfisampaikan oleh Kepala Divisi Wilayah Metropolitan Tol Road (JMT) Jasa Marga Aris Wibowo. Ia menyatakan tidak mengetahui adanya indikasi sabotase dan menyebut kamera CCTV dalam kondisi offline karena terputusnya jaringan fiber optic ke server.
"Saya menerima laporan dari timnya pak Yoga tidak ada sabotase," ujar Aris.
(wk/Bert)