Epidemiolog Dukung Rencana Pemerintah Soal Peniadaan Perayaan Tahun Baru: Pandemi Belum Usai
pixabay.com
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah juga akan mempersiapkan segala kebijakan agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19. Hal ini pun tampaknya juga disampaikan oleh Epidemiolog.

WowKeren - Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa pemerintah berencana akan meniadakan perayaan Tahun Baru. Hal ini lantaran perayaan Tahun Baru berpotensi menimbulkan kerumuman.

Mengingat saat ini Indonesia masih berada pada pandemi COVID-19, tentu saja berkerumun bukan lah hal yang baik. Menanggapi rencana dari pemerintah itu, Epidemiolog di Griffith University, Dicky Budiman mendukung untuk melarang perayaan Tahun Baru.

Dicky bahkan menyebut bahwa inisiatif pemerintah tersebut harus didukung seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan agama. "Civil society, media, tokoh masyarakat, tokoh agama, harus mendukung ini dengan memberikan literasi dengan strategi komunikasi bahwa situasi ini belumlah usai pandemi ini," ungkap Dicky kepada Kompas.com, Rabu (17/11).


Lebih lanjut, Dicky menuturkan bahwa meski pemerintah menerapkan kebijakan larangan perayaan Tahun Baru dan meniadakan cuti bersama tanggal 24 Desember, kunci untuk menekan kasus COVID-19 bergantung pada kesadaran masyarakat. "Memiliki yang disebut analisa risiko pribadi yang artinya ini layak enggak sih, saya pergi, penting enggak sih saya pergi," imbuhnya.

Selain itu, Dicky juga menyarankan agar dilakukan pengawasan sebelum dan sesudah kebijakan pelarangan perayaan Tahun Baru diterapkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus COVID-19. Di sisi lain, ia juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai perburukan kondisi pandemi yang bisa saja terjadi apabila mobilitas tidak terkendali.

Dicky pun lantas menyinggung terkait dengan ancaman bahwa COVID-19 varian Delta yang masih membayangi Indonesia. Apalagi juga sudah ditemukan varian Delta Plus di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. "Sekali lagi, yang diantisipasi pasca perayaan dan sebelum perayaan Tahun Baru," tandas Dicky.

Sebelumnya, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam memperketat aplikasi PeduliLindungi dan pelaksanaan prokes, terutama di tempat yang berpotensi terjadi kerumunan. Di sisi lain, pemerintah hingga saat ini juga masih terus menggencarkan vaksinasi COVID-19 terhadap penduduk Indonesia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts