Jokowi Disebut Dukung Vaksin Nusantara dan Merah Putih Untuk Program Booster
Pixabay/Ali Raza
Nasional

Informasi ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena. Menurutnya, booster vaksinasi COVID-19 saat ini memang sudah dibutuhkan oleh Indonesia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo disebut setuju jika Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih digunakan untuk program booster vaksinasi COVID-19 masyarakat umum. Informasi ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena.

"Kami dapat informasi terakhir hasil rapat terbatas kemarin, informasinya adalah Pak Jokowi mendorong agar vaksin produksi dalam negeri, Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara juga menjadi bagian yang diprioritaskan untuk jadi vaksin booster," ujar Melki dalam acara diskusi online pada Kamis (18/11). "(Presiden)setuju setelah (Vaksin Nusantara dan Merah Putih) lolos uji klinis tahap 3 sesuai kaidah keilmuan dan mendapat EUA dari BPOM."

Sebagai informasi, Vaksin Nusantara adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan dengan sel dendritik dan diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sementara itu, pemerintah sendiri berencana untuk memulai program booster vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

Menurut Melki, booster vaksin COVID-19 saat ini dibutuhkan oleh Indonesia. Ia mengungkapkan ada tiga faktor penting yang membuat Indonesia membutuhkan booster vaksin COVID-19.


Yang pertama, penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua masih belum optimal dalam pembentukan antibodi. Kedua, tingkat efektivitas vaksin dalam tubuh akan berkurang setelah enam bulan. Sedangkan yang ketiga, saat ini sudah ada varian baru COVID-19 sehingga dosis ketiga untuk masyarakat menjadi urgensi.

"Tiga hal ini di Indonesia semuanya terjadi," paparnya. "Tinggal bagaimana nanti kita lakukan proses untuk mengecek bagaimana orang per orang ataupun komunitas dan wilayah tertentu dampak vaksinnya mesti kita cek lebih lanjut."

Di sisi lain, booster vaksin COVID-19 ini tidak akan diberikan secara gratis seperti dosis pertama dan keduanya. Namun meski sudah mendekati tahun 2022, sampai saat ini belum ada penjelasan soal berapa harga vaksinasi booster tersebut.

Nantinya harga vaksinasi booster ini akan ditentukan juga dengan pendampingan BPKP. Kabag Ops Pelayanan PT Bio Farma, dr Erwin Setiawan, menduga harganya tidak jauh berbeda dengan program vaksinasi gotong royong yang sudah diselenggarakan sebelumnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait