Tanggapi Aturan PPKM Level 3 Saat Nataru, Wapres Ma'ruf Amin Minta Tokoh Agama Mensosialisasikannya
https://www.wapresri.go.id/
Nasional
PPKM Darurat

Sebentar lagi, akan memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru. Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19, pemerintah menerapkan PPKM Level 3 di seluruh wilayah RI.

WowKeren - Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini dilakukan pemerintah guna mencegah lonjakan kasus COVID-19.

Menanggapi kebijakan PPKM Level 3 saat Nataru itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta agar para tokoh agama dapat mensosialisasikan aturan tersebut. Ma'ruf lantas berharap peran serta para tokoh agama dapat mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 selama periode libur panjang.

Mengani hal tersebut, disampaikan Ma'ruf dalam pembukaan acara Pekan Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia Tahun 2021, bertempat di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (19/11). "Karena itu, kita antisipasi kepada para tokoh agama supaya terus sampaikan ke masyarakat untuk mematuhi aturan-aturan, yaitu PPKM level 3, In Syaa Allah kita bisa lewati Natal dan tidak terjadi lonjakan," jelas Ma'ruf.


Berkaca pada lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi pada libur Nataru tahun lalu, menurut Ma'ruf hal ini lah yang membuat pemerintah akhirnya memutuskan untuk menerapkan PPKM Level 3 ke seluruh wilayah Indonesia. Adapun aturan ini berlaku mulai 24 November 2021, hingga 2 Januari 2022.

Sementara itu, Ma'ruf menuturkan, untuk saat ini, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan dan semakin membaik. Meski demikian, bahaya dari penularan COVID-19 itu sendiri masih terus mengintai.

Maka dari itu, Ma'ruf menekankan bahwa penerapan kebijakan PPKM Level 3 saat libur Nataru itu diharapkan bisa menjaga kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia semakin membaik. "Saya juga mengimbau kepada forum kerukunan umat beragama menjaga, supaya COVID-19 yang sedang melandai ini tetap dijaga," imbuhnya.

"Walaupun sudah landai, tapi tidak berarti tidak ada bahaya yang dihadapi, terutama dalam hadapi Nataru yaitu hari libur Nasional Nataru," tandas Ma'ruf.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts