Kemenkes Ungkap Biang Kerok yang Bikin Capaian Vaksinasi COVID-19 RI Menurun
sehatnegeriku.kemkes.go.id
Nasional

Pada periode 12-18 November 2021, capaian vaksinasi COVID-19 hanya mencapai rentang 8 juta, di bawah angka capaian vaksinasi di pekan-pekan sebelumnya yang menyentuk 10 juta sepekan.

WowKeren - Laju vaksinasi COVID-19 di Indonesia menurun dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan lantas mengungkapkan bahwa turunnya capaian vaksinasi COVID-19 ini disebabkan oleh sejumlah faktor, salah satunya hoaks.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, penyebaran hoaks membuat warga di sejumlah daerah menolak vaksinasi. Padahal ketersedian vaksin COVID-19 dan vaksinatornya sudah tercukupi.

"Dari survei, 7 persen masih ada yang tidak mau divaksin dan 15 persen masih ragu-ragu, ini tantangan kita," jelas Nadia kepada CNN Indonesia, Jumat (19/11). "Jadi ada juga yang menunda karena merek vaksin, maka kami imbau agar tidak ada yang pilih-pilih vaksin COVID-19."

Sebagai informasi, Satgas Penannganan COVID-19 mencatat penurunan vaksinasi paling besar terjadi dalam sepekan terakhir. Pada periode 12-18 November 2021, capaian vaksinasi COVID-19 hanya mencapai rentang 8 juta, di bawah angka capaian vaksinasi di pekan-pekan sebelumnya yang menyentuk 10 juta sepekan.


Sebelumnya, Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito telah mengungkapkan bahwa penurunan vaksinasi COVID-19 utamanya terjadi pada mereka Sinovac. Meski demikian, penurunan serapan Vaksin Sinovac ini tidak dibarengi dengan peningkatan vaksinasi pada vaksin merek lainnya, yakni Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Sinopharm.

"Saya juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak memilih-milih merek vaksin yang digunakan," ujar Wiku beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengungkapkan hampir 88 juta orang di Indonesia kini telah menerima vaksinasi COVID-19 secara lengkap. Sedangkan lebih dari 45 juta orang kini tengah menunggu pemberian vaksinasi dosis kedua.

"Sudah 43,23 persen dari 208 juta lebih orang Indonesia yang sudah divaksin lengkap atau hampir 88 juta orang telah selesai mendapatkan dosis kedua," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, dalam konferensi pers pada Jumat (19/11). "Dan 45,4 juta lebih sedang menunggu pemberian dosis kedua setelah selesai mendapatkan dosis pertama."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait