Menkes Sebut Ada Puluhan Mutasi Varian Delta di Indonesia, 19 Kota Dipantau Ketat
BPMI Setpres/Muchlis Jr
Nasional

Menkes Budi menyampaikan mengenai kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini. Menurutnya, saat ini, ditemukan sekitar lebih dari 25 mutasi varian Delta di Indonesia.

WowKeren - Seperti yang diketahui, hingga saat ini, Indonesia masih berada dalam pandemi COVID-19. Meski demikian, kondisi pandemi di Indonesia sendiri telah menunjukkan perbaikan dan keadaan yang terkendali.

Sebelumnya, Epidemiolog menyebutkan bahwa penyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini, 100 persen berasal dari varian Delta. Sementara itu, baru-baru ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa Kemenkes sudah melakukan identifikasi lebih dari 25 mutasi varian Delta di Indonesia.

Budi menuturkan bahwa temuan itu didapatkan dari hasil pemantauan dan pemeriksaan strain virus baru dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Ia kemudian menyebut bahwa pihaknya akan semakin memperbanyak teknik pencarian dengan metode WGS lantaran Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti agar lonjakan kasus COVID-19 di Eropa akibat varian Delta, tidak terjadi di Indonesia.


Selain itu, Budi juga mengaku bahwa ia diminta Jokowi untuk mewaspadai munculnya mutasi dan varian baru COVID-19 dari dalam negeri. Berdasarkan data terakhir Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes mencatat sebaran kasus mutasi virus COVID-19 yang tergolong sebagai Variant of Concern (Voc) alias varian yang diwaspadai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini berjumlah 4.830 kasus di Indonesia.

"Kami monitor dengan baik lab genome sequencing, bagaimana pergerakan mutasi-mutasi yang datang dari luar negeri ataupun mutasi-mutasi juga yang terjadi dalam negeri," papar Budi dalam keterangan pers virtual melalui kanal YouTube "Sekretariat Presiden", Senin (22/11).

Di sisi lain, Budi juga mengatakan bahwa saat ini ada 19 kota yang dipantau ketat karena mengalami kenaikan kasus COVID-19. Adapun kenaikan kasus ini terjadi selama di atas 2 minggu berturut-turut.

Meski kenaikan kasus COVID-19 di 19 kota tersebut terbilang rendah, tetapi Budi menegaskan akan terus memantau agar tidak terjadi lonjakan yang tidak diinginkan. "Walaupun memang jumlahnya masih kecil, positivity rate-nya masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau nanti ada kenaikan," jelas Budi.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait