Penjelasan Pengacara Anggiat Pasaribu Soal Mobil Dinas yang Jemput Kliennya Pasca Cekcok di Soetta
Instagram/ahmadsahroni88
Nasional

Anggiat Pasaribu adalah wanita yang viral terlibat cekcok dengan ibunda anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (21/11) lalu.

WowKeren - Nama Anggiat Pasaribu belakangan ramai menjadi perbincangan usai ia terlibat cekcok dengan ibunda politisi Arteria Dahlan. Anggiat sempat diduga merupakan istri dari mantan Dandim 0501/BS Jakarta Pusat, Brigjen TNI Muhammad Zamroni.

Namun belakangan terungkap bahwa Anggiat hanyalah adik sepupu Zamroni, bukan istrinya. Suami Anggiat sendiri adalah seorang perwira muda dengan pangkat Letnan Satu (Lettu).

"Saya luruskan bahwa istrinya dari Brigjen itu tidak ada. Ini (Anggiat) adik sepupu (Zamroni)," papar Clanse Pakpahan selaku kuasa hukum Anggiat, Rabu (24/11). "Benar, (suami Anggiat) letnan."

Adapun Anggiat tampak dijemput oleh mobil Pajero Sport berpelat TNI AD usai cekcok dengan ibunda Arteria di Bandara Soetta pada Minggu (21/11) lalu. Clanse lantas menjelaskan bahwa mobil tersebut adalah kendaraan dinas Zamroni yang pada saat kejadian memang berada dalam rombongan bersama Anggiat.

"Setahu saya mobil mereka, mobil dari dinas mereka waktu dia (Zamroni) masih aktif di Kodim," jelas Clanse.


Sempat muncul dugaan bahwa mobil dinas tersebut dicat ulang. Namun Clanse mengaku tak mengetahui mengenai hal tersebut.

"Kurang begitu paham saya. Itu setahu saya mobil yang dipakai Pak Zamroni sebagai inventaris," ujarnya.

Sementara itu, pihak Anggiat telah mencabut laporan terhadap pihak Arteria. Anggiat juga telah meminta maaf kepada seluruh pihak yang terseret dalam kasus ini, mulai dari keluarga Arteria hingga TNI dan Polri.

"Saya minta maaf atas kekhilafan atas kegaduhan yang ada, saya minta maaf. Terutama ke keluarganya Pak Arteria Dahlan, ibunya, yang sudah, ya, saya minta maaf sekali," kata Anggiat.

Anggiat membenarkan bahwa dirinya saat ini dalam kondisi sakit dan hanya ingin semua masalah segera berakhir. "Terkait tekanan dari semua pihak, saya tidak mau bicara banyak, saya takut salah bicara," imbuh Anggiat.

"Saya tidak mau bicara ke mana pun karena saya tidak mau membuat permasalahan baru," lanjutnya. "Cukup saya sadar, saya khilaf, dari hati saya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts