Tuntaskan Pembahasan Skenario Pelaksanaan Umrah, Kemenag Bakal Terapkan Kebijakan Satu Pintu
AFP
Nasional

Jemaah Umrah Indonesia bisa kembali terbang langsung ke Arab Saudi mulai 1 Desember mendatang. Saat ini Kemenag tengah mempersiapkan segala hal yang diperlukan menjelang rencana keberangkatan Umrah.

WowKeren - Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyampaikan kabar baik mengenai pelaksanaan ibadah Umrah di Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi disebut telah memberikan izin penerbangan bagi jemaah RI langsung tanpa melalui negara transit mulai 1 Desember mendatang.

Selain itu, jemaah Umrah RI juga tidak perlu melakukan suntik vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster. Meski demikian, jemaah Indonesia yang hendak menunaikan ibadah Umrah di Tanah Suci harus melaksanakan karantina.

Menyambut kabar baik tersebut, Kemenag lantas mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan ibadah Umrah jemaah RI. Hilman Latief selaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menyampaikan bahwa Asrama Haji Pondok Gede telah memenuhi syarat sebagai tempat karantina jemaah Umrah.

"Tim Satgas COVID-19 BNPB sudah meninjau asrama haji, mereka melakukan pengecekan kesiapan," tutur Hilman dalam keterangan, Senin (29/11).


Lebih lanjut, Hilman menerangkan bahwa Satgas COVID-19 menyimpulkan Asrama Haji Pondok Gede memenuhi syarat sebagai tempat karantina jemaah Umrah Indonesia. Hilman sendiri saat ini diketahui masih berada di Arab Saudi untuk menyelesaikan pembahasan skenario penyelenggaraan Umrah di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Adapun pembahasan tersebut dilakukan oleh Hilman bersama dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Menurutnya, skenario yang penyelenggaraan Umrah yang disiapkan oleh Kemenag nantinya akan menerapkan kebijakan satu pintu keberangkatan melalui Asrama Haji Pondok Gede.

Maka dari itu, kata Hilman, proses karantina jemaah Indonesia sebelum keberangkatan, pemeriksaan kesehatan, dan karantina setelah kembali ke Indonesia akan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede. Hal ini merupakan bagian dari upaya Kemenag dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

"Jemaah yang berangkat Umrah harus dalam keadaan sehat sejak di Tanah Air," papar Hilman. "Selama di Arab Saudi, dan sampai kembali lagi di Indonesia-nya."

Sementara itu, Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menuturkan bahwa di Asrama Haji Pondok Gede, hanya perlu menambahkan sejumlah informasi di areal asrama. Di antaranya adalah seperti tanda jalur keluar masuk, tanda penunjuk fasilitas, dan lainnya.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts