RI Siap Berangkatkan Umrah Desember 2021, Begini Skenario Penyelenggaraan yang Diatur Kemenag
AFP
Nasional

Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut hampir 20 ribu jemaah Umrah dari Indonesia siap diberangkatkan pada Desember 2021. Kemenag lantas menyiapkan skenario seperti berikut.

WowKeren - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkap perkembangan rencana pemberangkatan jemaah Umrah Indonesia pada Desember 2021 nanti. Sebab seperti diketahui otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA) telah mengizinkan penerbangan dari Indonesia mendarat langsung di negara tersebut.

"Pada hari Kamis 25 November 2021 bahwa terhitung 1 Desember 2021 atau besok pagi memberikan izin penerbangan langsung kepada enam negara yaitu Indonesia Pakistan, Vietnam, Brasil, Mesir dan India," kata Yaqut di Senayan, Jakarta, Selasa (30/11). "Berdasarkan data yang ada pada Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), sampai saat ini terdapat 59.757 jemaah Umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi COVID-19."

Lebih detail dijelaskan, menurut Yaqut, ada sekitar 18.752 jemaah yang sudah memegang visa sehingga bisa langsung diberangkatkan bulan depan. "Jemaah Umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas yang diberangkatkan pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan Umrah di bulan Desember nanti," tutur Yaqut.

Karena itulah, Kemenag sudah menyusun skenario pemberangkatan para jemaah Umrah ini. Salah satu yang telah diatur adalah perihal pemberangkatan jemaah dengan sistem satu pintu.

Selain itu, jemaah Umrah yang boleh berangkat hanya mereka yang berusia antara 18-65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap, serta memiliki hasil negatif tes COVID-19 RT-PCR. "Keberangkatan jemaah Umrah menggunakan satu pesawat full diisi dengan jemaah Umrah tanpa ada penumpang lain," jelas Yaqut.


Setibanya di Arab Saudi, jemaah Umrah wajib dikarantina selama tiga hari. Selama masa itu jemaah Umrah dilarang untuk keluar dari hotel. Kemudian setelahnya jemaah bisa melakukan ibadah Umrah selama 9 hari, termasuk perjalanan pulang pergi.

Di Arab Saudi, akomodasi diisi 2 orang per kamar. Makanan bagi jemaah Umrah akan dibagikan dalam kemasan serta transportasinya sesuai yang sudah diatur Arab Saudi.

"Umrah dilaksanakan satu kali, salat lima waktu di Masjidil Haram melalui Etamarna, ini aplikasi," ujar Yaqut. "Dan bebas salat lima waktu di Masjid Nabawi."

Para jemaah harus melakukan tes PCR sebelum meninggalkan Arab Saudi dan hanya yang negatif COVID-19 yang boleh kembali. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jemaah kembali menjalani tes PCR dan dikarantina sesuai ketentuan Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Dengan banyaknya prosedur pencegahan penyebaran COVID-19, Yaqut memastikan pihaknya akan mengkaji ulang biayanya. "Sebagaimana disampaikan pimpinan rapat bahwa biaya Umrah ini harus dikaji ulang, dievaluasi, agar tidak memberatkan jemaah," pungkas Yaqut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts