MPR RI Dinilai Kekanakan Usai Minta Menkeu Sri Mulyani Dicopot Karena Masalah Anggaran
Facebook/smindrawati
Nasional

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI dari DPD, Fadel Muhammad, menjelaskan bahwa anggaran MPR selama ini mengalami penurunan. Padahal, pimpinan MPR RI kini bertambah jadi 10 orang dari yang sebelumnya hanya empat orang.

WowKeren - Pimpinan MPR RI memprotes kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani, salah satunya karena anggaran mereka dipotong. Presiden Joko Widodo bahkan diminta untuk mencopot Sri Mulyani dari jabatannya.

Kekinian, MPR RI justru dikritik oleh Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi). Lucius Karus selaku peneliti Formappi menilai sikap MPR kekanak-kanakan.

Lucius menilai sikap tersebut membuat MPR seakan kehilangan ruh kenegarawanan mereka karena hanya memikirkan kepentingan sendiri. Alasan MPR untuk meminta Sri Mulyani dicopot dinilai tak mencerminkan kebijaksanaan pimpinan MPR.

"Masa gara-gara pengurangan anggaran MPR, Presiden diminta mencopot Menkeu sih? Itu kok kekanak-kanakan banget," jelas Lucius dilansir CNN Indonesia, Rabu (1/12).

Lebih lanjut, Lucius menyinggung soal fakta bahwa anggaran yang diputuskan dalam APBN juga dibahas Kemenkeu dengan DPR RI. Oleh sebab itu, Lucius menilai jika MPR RI memang memiliki alasan untuk menaikkan anggaran mereka, maka hal tersebut seharusnya diperjuangkan pada saat proses pembahasan di DPR RI.

"Jangan manfaatkan lembaga untuk mengintimidasi pejabat lain, apalagi dengan alasan yang lebih terlihat sentimentil," katanya.


Sri Mulyani sendiri dinilai Lucius memiliki alasan khusus dalam mengurangi anggaran MPR RI. Menurut Lucius, salah satunya bisa jadi karena kinerja MPR tahun 2021 yang tak mencapai target.

"Sehingga Menkeu memberikan semacam punishment dengan mengurangi anggaran MPR. Kan memang anggaran itu harus berbasis kinerja. Lembaga dengan kinerja yang tak memuaskan layak dihukum dengan memotong anggaran mereka," paparnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI dari DPD, Fadel Muhammad, menjelaskan bahwa anggaran MPR selama ini mengalami penurunan. Padahal, pimpinan MPR RI kini bertambah jadi 10 orang dari yang sebelumnya hanya empat orang.

"Kami dengan Presiden Jokowi berbicara di Bogor, kami minta presiden di anggaran kami terbatas sekarang, dulu pimpinan cuma 4 orang, sekarang kok sudah 10 orang malah lebih turun," ujar Fadel pada Selasa (30/11).

Fadel kemudian mengungkapkan bahwa Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno telah menyarankan agar masalah anggaran MPR bisa dikomunikasikan langsung dengan Sri Mulyani. Namun, tutur Fadel, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang kala itu menjalin komunikasi justru diacuhkan.

"Yang paling berat kecewa kita adalah kita rapat Banggar okelah, kalau Banggar saya koordinator, kemudian teman teman ketua Banggar dan lain lain rapat itu dengan dirjen," ungkapnya. "Pimpinan MPR rapat dengan menteri keuangan, kita undang dia (Sri Mulyani), sudah atur waktu semuanya, tiba-tiba dia batalin 2 hari kemudian, atur lagi, dia batalin."

Oleh sebab itu, Fadel menuturkan bahwa pimpinan MPR menyarankan Jokowi untuk mencopot Sri Mulyani dari kursi Menkeu. "Maka kami, ini atas nama pimpinan MPR republik Indonesia mengusulkan kepada presiden republik Indonesia untuk memberhentikan saudari Menteri keuangan, karena kami anggap Menteri keuangan tidak etik, tidak cakap dalam mengatur kebijakan pemerintahan kita demi untuk kelanjutan," pungkasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts