Bisa Infeksi Ulang Penyintas, Satgas Sebut COVID-19 Omicron Belum Masuk Indonesia
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Satgas COVID-19 mengaku Indonesia siap belajar dari 7 negara yang saat ini telah mengonfirmasi varian Omicron. Termasuk langkah travel ban hingga peningkatan cakupan WGS.

WowKeren - Setelah varian Delta, dunia saat ini dihebohkan dengan COVID-19 Omicron yang disebut mengalami banyak mutasi di spike protein-nya. Varian Omicron awalnya menyebar di negara-negara selatan Afrika, namun kini sudah menyebar ke banyak negara.

Kendati demikian, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan bahwa varian Omicron belum ditemukan di Indonesia. "Sampai pagi ini belum ada temuan kasus Omicron," ujar Wiku, Rabu (1/12).

Belum masuknya varian Omicron tak membuat pemerintah Indonesia jadi lalai. Menurut Wiku, saat ini pemerintah sudah berkaca dan belajar dari tujuh negara untuk mengantisipasi masuknya varian baru virus Corona tersebut.

"Untuk mengantisipasinya, Indonesia perlu melakukan pembelajaran dari 7 negara dengan kasus tersebut yang telah melakukan langkah mitigasi," tutur Wiku. Ketujuh negara yang dimaksud Wiku tentu saja berada di luar kawasan Afrika seperti Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, dan Israel.

Dari semuanya, hanya Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan kasus COVID-19. "Meskipun kasus positif di Indonesia masih terus menunjukkan penurunan, namun kita tidak boleh lengah," katanya melanjutkan.


Salah satu langkah yang ditempuh Indonesia adalah dengan menerapkan skrining berlapis terhadap WNA atau WNI yang datang dari luar negeri. Pemerintah juga sudah melarang warga dari 11 negara masuk seperti Afrika Selatan, Eswatini, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Lesoto, dan Botswana.

Bila WNI melaksanakan perjalanan atau melakukan transit di negara-negara tersebut, maka diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari. "Sedangkan kalau (pelaku perjalanan internasional berasal) di luar negara itu wajib menjalani karantina selama tujuh hari," sambung Wiku.

Langkah travel ban ini juga sudah dilaksanakan di 7 negara yang sudah terjangkit COVID-19 Omicron. Langkah lain yang bisa ditiru seperti Italia, yakni meningkatkan kapasitas penelusuran kontak secara umum.

"Serta meningkatkan cakupan WGS (Whole Genome Sequencing) agar semakin cepat mendeteksi varian Omicron," terang Wiku. Meski demikian, Wiku mendorong masyarakat untuk tidak panik lantaran saat ini efektivitas vaksin dan berbagai karakteristik varian Omicron masih dalam pengkajian.

Salah satu sifat varian Omicron yang menjadi sorotan adalah kemampuannya untuk menginfeksi ulang penyintas COVID-19. "Yang dikhawatirkan, tidak seperti varian lainnya, bukti awal pengkajian menunjukkan varian Omicron meningkatkan peluang risiko tertular kembali bagi penyintas COVID-19," pungkasnya.

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts