Kuasa Hukum Chorong A Pink Curigai Penuduh A Sengaja Ancam Sang Idol Agar Segera Pensiun
Instagram/mulgokizary
Selebriti
Isu Bullying Artis Korea

Kasus bullying yang sudah hampir terjerat sejak bulan Maret 2021 ini tampaknya belum ada ujungnya setelah Chorong A Pink menjadi sederet artis yang diduga melakukan bullying semasa sekolah.

WowKeren - Setelah dituduh menjadi korban bullying, kini penuduh A yang mengklaim Chorong A pink melakukan hal tersebut kembali membuat kuasa hukumnya mengonfirmasi hal lain. Kuasa hukum Chorong secara tegas membantah bahwa pihaknya berbohong mengenai hasil penyelidikan polisi.

Pada Rabu (8/12), perwakilan hukum Chorong mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan resmi bahwa penuduh A yang pertama kali mengajukan klaim intimidasi sekolah terhadap Chorong pada bulan Maret tahun 2021 ini. Penuduh A telah diajukan ke penuntutan karena mengancam klien (Chorong) berdasarkan informasi palsu.

Namun, menanggapi pernyataan tersebut penuduh A baru-baru ini angkat bicara lagi dan berargumen bahwa polisi tidak menunjukkan bahwa klaim yang mereka buat itu salah. Menurut A, polisi telah meneruskan kasusnya ke penuntutan semata-mata karena mengancam, tetapi mereka tidak dapat menyimpulkan bahwa tuduhan bullying di sekolah itu salah karena kurangnya bukti.

Karena kembali menjadi perbincangan, baru-baru ini kuasa hukum Chorong memberikan keterangan resminya. "Kami baru-baru ini mengonfirmasi bahwa penuduh A telah mengajukan gugatan tambahan untuk pencemaran nama baik dan untuk penyebaran informasi palsu terhadap klien kami. Kami ingin menekankan bahwa tidak ada informasi palsu dalam pernyataan kami sebelumnya," tutur pihak pengacara.


Berdasarkan keterangan kuasa hukum Chorong, laporan penyelidikan polisi dengan jelas menunjukkan bahwa penuduh mengambil keuntungan dari banyak kasus intimidasi sekolah dalam industri hiburan untuk mengancam Chorong dengan bullying massal seperti email yang berisi klaim palsu tentang kehidupan pribadi klien. Penuduh berusaha memaksa klien untuk pensiun sambil mengancam akan mempublikasikan informasi ini.

"Selanjutnya, penuduh mengirim konten seperti rekaman yang diedit dan bukti lain yang tidak ada hubungannya dengan klaim. Dengan demikian, polisi memutuskan bahwa penuduh A bersalah karena mengancam berdasarkan informasi palsu," ungkap kuasa hukum Chorong.

Akhirnya, pihak Chorong menyatakan bahwa mereka saat ini sedang menunggu hasil dari gugatan terbaru yang diajukan oleh penuduh A. Pihak kuasa hukumnya kemudian meyakinkan bahwa mereka akan mengungkapkan rincian kejadian setelah semua penyelidikan polisi selesai.

Sementara itu, Chorong dituduh telah melakukan intimidasi massal kepada A saat masih duduk di bangku sekolah. Diduga A mengalami cedera di sekujur tubuhnya dan memiliki lebam di wajah dan berujung pada kasus hukum yang sedang berjalan ini.

(wk/taki)

You can share this post!

Related Posts