Kim Sae Ron terlibat kontroversi pasca kematiannya terkait suara yang dimanipulasi.
- Senin, 15 Juni 2026 - 05:05 WIB
WowKeren - Kim Sae Ron kembali menjadi sorotan dalam kontroversi yang mengejutkan, meskipun ia telah tiada. Menurut siaran program investigasi MBC bertajuk Straight pada 14 Juni 2026, ditemukan beberapa rekaman audio yang diduga telah dimanipulasi menggunakan suara Kim Sae Ron. Rekaman tersebut dilaporkan mengandung klaim yang bertentangan mengenai hubungan masa lalu Kim Sae Ron dengan aktor Kim Soo Hyun dan diduga digunakan untuk meminta uang.
Episode tersebut menyoroti tindakan terbaru Kim Se Ui, kreator YouTube di balik saluran Garo Sero Institute, yang baru-baru ini ditangkap dengan tuduhan mencemarkan nama baik Kim Soo Hyun. Ia dituduh menyebarkan klaim palsu bahwa Kim Soo Hyun telah berkencan dengan Kim Sae Ron ketika ia masih di bawah umur. Selama siaran, program Straight memeriksa rekaman audio yang dirilis Kim Se Ui pada 7 Mei, di mana Kim Sae Ron dikatakan mengaku pernah berkencan dengan Kim Soo Hyun saat ia masih di bawah umur.
Namun, pihak kepolisian telah menyimpulkan bahwa rekaman tersebut telah dimanipulasi menggunakan teknologi AI. Menurut laporan Straight, informan yang memberikan rekaman kepada Garo Sero Institute sebelumnya telah mendekati agensi Kim Soo Hyun dengan versi cerita yang berbeda. Tim produksi mengungkapkan, “Informan tersebut mendekati agensi Kim Soo Hyun, mengatakan bahwa mereka bisa menyediakan rekaman yang mendukung klaim bahwa Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun berkencan setelah ia menjadi dewasa, dan meminta uang sebagai imbalannya.”
Dalam pesan yang diduga dikirim kepada pihak Kim Soo Hyun pada 5 April, informan itu mengungkapkan, “Tidak perlu bagi kita untuk bertemu muka. Saya hanya memberikan materi, saya mendapatkan uang, dan itu selesai. Saya juga punya satu syarat lagi. Saya menjual produk tertentu. Nanti, jika Kim Soo Hyun berprestasi di luar negeri, mari kita minta dia untuk syuting iklan perusahaan saya secara gratis.”
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa meskipun informan mengirimkan rekaman kepada Garo Sero Institute yang mengklaim bahwa Kim Sae Ron berkencan dengan Kim Soo Hyun saat masih di bawah umur, mereka juga memberikan rekaman lain kepada pihak Kim Soo Hyun di mana Kim Sae Ron diduga membantah pernah berkencan dengannya saat masih di bawah umur. Dengan kata lain, suara mendiang aktris tersebut diduga digunakan untuk membuat rekaman dengan klaim yang benar-benar berbeda.
Informan tersebut juga dilaporkan mendekati setidaknya satu YouTuber hiburan dengan berkas audio. Menurut laporan, setidaknya ada empat versi rekaman yang diketahui. Perwakilan hukum Kim Soo Hyun, pengacara Go Sang Rok, mengungkapkan kepada Straight, “Ada beberapa versi rekaman dengan konten yang berbeda yang diklaim sebagai suara asli Kim Sae Ron. Keberadaan versi-versi tersebut sendiri merupakan bukti bersifat circumstantial yang menunjukkan bahwa rekaman-rekaman itu tidak dapat dianggap autentik.”
Waktu perekaman yang dilaporkan juga menimbulkan pertanyaan. Informan mengklaim bertemu dan merekam Kim Sae Ron pada Januari 2025, sekitar sebulan sebelum kematiannya pada 16 Februari. Ini juga terjadi sebelum kontroversi mengenai apakah ia berkencan dengan Kim Soo Hyun saat masih di bawah umur muncul di publik. Pihak kepolisian dilaporkan menilai bahwa kredibilitas rekaman tersebut rendah, sebagian karena dianggap mencurigakan bahwa informan mengajukan pertanyaan rinci tentang hubungan mereka sebelum isu tersebut menjadi publik.
Meski demikian, Kim Se Ui terus mengklaim bahwa keaslian rekaman tersebut telah diverifikasi. Ia juga membuat klaim yang mengejutkan bahwa pihak Kim Soo Hyun telah menawarkan informan tersebut puluhan miliar won untuk berkas audio tersebut, dan kemudian mengirim penyerang yang tidak dikenal untuk membunuh informan setelah tawaran itu ditolak. Laporan Straight membantah klaim itu, menyatakan bahwa meskipun Kim Se Ui mengaku rekaman tersebut telah diverifikasi oleh National Forensic Service, permintaan pemeriksaan sebenarnya diajukan oleh pihak kepolisian. National Forensic Service dilaporkan menyimpulkan bahwa verifikasi tidak mungkin dilakukan karena berkas tersebut bukan rekaman asli.
Laporan ini memicu lebih banyak kejutan dan kemarahan di kalangan publik, karena menunjukkan bahwa suara dan nama Kim Sae Ron mungkin terus dieksploitasi bahkan setelah kematiannya.
(wk/timw)