Sebagai informasi, Haji Lulung sempat menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019, kala Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 14 Desember 2021 - 14:03 WIB
WowKeren - Politisi Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (14/12) hari ini. Haji Lulung meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita pada pukul 10.51 WIB.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Haji Lulung. Sebagai informasi, Haji Lulung sempat menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019, kala Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI.
"Turut berduka cita," kata Ahok kepada Kompas.com. "Semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah."
Semasa hidupnya, Haji Lulung beberapa menyita perhatian, salah satunya karena ia kerap berseteru dengan Ahok. Haji Lulung dan Ahok sempat berseteru tentang kasus korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) tahun 2014.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Haji Lulung. Zulkifli menyampaikan bahwa Haji Lulung meninggal dunia usai dirawat karena sakit jantung.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Pagi ini kami mendapatkan kabar duka, saudaraku Abraham Lunggana atau dikenal dengan panggilan akrab Haji Lulung meninggal dunia," cuit Zulkifli di akun Twitter resminya. "Setelah tiga minggu dirawat di RS Harapan Kita karena sakit jantung, beliau berpulang dipanggil Allah SWT."
Lebih lanjut, Zulkifli mendoakan agar mendiang Haji Lulung husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga menyampaikan bahwa Haji Lulung pernah menjadi kader PAN, oleh sebab itu keluarga besar PAN disebut sangat kehilangan.
"Beberapa waktu lalu saya bersama Ketua DPW PAN DKI Eko Patrio sempat menjenguk Haji Lulung di RS Harapan Kita. Saat itu beliau baru siuman dari koma. Sempat cukup bahagia karena Haji Lulung sudah bisa mengenali saya dan merespons dengan ucapan terima kasih," lanjutnya. "Namun, rupanya ajal tak bisa ditolak. Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan."
(wk/Bert)