Sempat Alami Badai Irama Jantung Sebelum Meninggal, Pemakaman Haji Lulung Penuh Haru
Instagram/hajilulung_24
Nasional

Jenazah Haji Lulung tiba di TPU Karet Bivak sekitar pukul 16.35 WIB, kala hujan sudah agak mereda. Para pelayat mengumandangkan tahlil sembari mengiri jenazah yang langsung dibawa menuju liang lahat.

WowKeren - Politisi senior Abraham Lunggana alias Haji Lulung dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (14/12). Jenazah Haji Lulung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.

Suasana mengharukan di pemakaman Haji Lulung diriingi oleh hujan rintik-rintik. Adapun kawasan TPU Karet Bivak dan sekitarnya sempat diguyur hujan yang cukup deras sebelum jenazah Haji Lulung tiba.

Jenazah tiba di TPU Karet Bivak sekitar pukul 16.35 WIB, kala hujan sudah agak mereda. Para pelayat mengumandangkan tahlil sembari mengiri jenazah yang langsung dibawa menuju liang lahat.

Padatnya warga yang menutupi akses jalan sempat membuat pembawa jenazah kesulitan menuju liang lahat. Sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta seperti Wakil Ketua DPRD M Taufik, serta kolega Haji Lulung di PPP seperti Waketum Arsul Sani diketahui turut hadir dalam proses pemakaman tersebut.

Sebagai informasi, Haji Lulung menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Sebe;umnya, ia menjalani perawatan di RS Harapan Kita sejak 24 November 2021 sebagai pasien rujukan. Menurut dokter, Haji Lulung sempat mengalami gangguan irama jantung atau badai irama sebelum meninggal dunia.


Head of ICCU & Emergency RS Harapan Kita, Dafsah A Juzar, mengungkapkan bahwa Haji Lulung mengalami akuttrombosis atau penyumbatan pembuluh darah pasca pemasangan ring di jantungnya. Aliran darah Haji Lulung disebut tak berhasil kembali normal, sehingga timbul komplikasi penurunan pompa jantung sejak di rumah sakit yang sebelumnya.

"Dan pada saat kami terima itu sudah hari ke 12 ya, itu pompa jantung sudah turun dan dalam keadaan shock pasien," papar dokter Dafsah yang mendampingi perawatan Haji Lulung.

Tim dokter lantas memutuskan untuk menangani Haji Lulung dengan obat-obatan yang ada di rumah sakit. Kondisi Haji Lulung sempat mengalami perkembangan, dengan empat hari mengalami perbaikan.

"Namun setelah empat hari perawatan timbul ganguan irama, badai irama yang awalnya bisa ditangan dengan obat anti irama, namun makin lama kita perlu istirahatin, mengambil alih pernafasan, mengurangi beban kerja jantung dengan alat bantu, itu sempat perbaikan empat hari, tapi kemudain badai irama timbul kembali, yang tidak bisa lagi diatasi dengan obat obatan," paparnya.

Setelah itu, tim dokter mengambil tindakan ablasi untuk memperbaiki irama jantung Haji Lulung. Tindakan tersebut membutuhkan waktu selama tujuh jam, namun kondisi Haji Lulung justru menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait