Kartu Pra Kerja Dibuka Lagi 2022 Untuk 3-4,5 Juta Peserta, Kapan Pendaftaran?
Facebook/prakerja.go.id
Nasional

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp11 triliun untuk program Kartu Pra Kerja 2022 yang dimulai dengan pembukaan Gelombang 23. Ini bocoran untuk jadwal pembukaan Gelombang 23.

WowKeren - Pemerintah telah mengonfirmasi kelanjutan program Kartu Pra Kerja pada tahun 2022 mendatang. Sebelumnya diketahui pemerintah telah menganggarkan Rp11 triliun untuk membiayai program Kartu Pra Kerja yang akan dibuka mulai Gelombang 23.

Lantas kira-kira, kapan program ini akan dibuka kembali? Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa program tersebut dilanjut pada 2022 mendatang, di mana pengumumannya mungkin disampaikan pada bulan Februari.

"Di malam ini (Rabu, 15 Desember 2021) pukul 23.59 WIB, pendaftaran akan ditutup sementara dan saya mengucapkan sampai jumpa di program Kartu Pra Kerja tahun 2022," tutur Airlangga dalam konferensi pers penutupan Program Kartu Pra Kerja 2021, Rabu (15/12). "Sekitar akhir atau awal Februari kita akan umumkan kapan Gelombang 23 akan dimulai."

Airlangga menjelaskan, program Kartu Pra Kerja 2022 akan tetap diselenggarakan melalui situs www.prakerja.go.id. Untuk target penerimanya sekitar 3-4,5 juta penerima. Pelaksanaannya pun akan berbeda dari tahun sebelumnya, yakni di Semester I akan diselenggarakan dengan sistem semi bansos dan pelatihan online, sedangkan saat Semester II akan dijalankan secara hybrid.


"Jumlah pesertanya nanti sekitar 3-4,5 juta orang secara total," kata Airlangga, dikutip pada Kamis (16/12). "Di Semester II (pelatihan) akan dijalankan secara hybrid, baik offline maupun online."

Harapannya, dengan skema normal alias hybrid ini maka dapat meningkatkan kompetensi peserta sekaligus memberi bantuan pelatihan dan insentif yang lebih besar. "Mendorong untuk pelatihan sejalan dengan critical occupation list. Selain itu, komitmen dari komite juga memperbaiki tata kelola, sistem IT, dan bisnis proses, agar akuntabilitas semakin baik," imbuh Airlangga.

Sebelumnya Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, juga telah memberi sedikit bocoran mengenai pelaksanaan Kartu Pra Kerja tahun 2022. Secara keseluruhan, pemerintah menganggarkan Rp252,3 triliun pada 2022 untuk dana perlindungan sosial.

"Dari alokasi tersebut, anggaran untuk Kartu Pra Kerja sebesar Rp11 triliun atau 4,3 persen dari anggaran perlindungan sosial," jelasnya. Meski demikian, belum diketahui berapa jumlah gelombang yang akan dibuka karena alokasi anggarannya pun hanya setengah dari yang disiapkan pada tahun 2021.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait