COVID-19 Omicron Ditemukan di Indonesia, Pasien Pertama Diklaim Tak Bergejala
Pixabay/Alexandra_Koch
Nasional

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengumumkan pasien pertama yang terinfeksi COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529). Budi Gunadi meminta masyarakat tetap tenang menyikapi temuan kasus ini.

WowKeren - COVID-19 varian Omicron (B.1.1.529) telah dikonfirmasi di Indonesia. Hal ini seperti disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers virtual hari Kamis (16/12).

"Kemenkes tadi malam mendeteksi seorang pasien berinisial N terkonfirmasi (varian) Omicron pada 15 Desember," kata Budi Gunadi. Dijelaskan olehnya pasien perdana COVID-19 Omicron ini merupakan pekerja kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran.

"Ada 3 orang pekerja pembersih di Wisma Atlet, tanggal 8 dites PCR-nya positif. Tanggal 10 dikirimkan ke Balitbangkes untuk di-genome sequencing, tanggal 15 keluar hasil WGS-nya. Dari 3 orang ini, 1 Omicron, yang duanya bukan Omicron," jelasnya.

Menurut Budi Gunadi, ketiga pasien COVID-19 termasuk yang terinfeksi Omicron tidak mengalami gejala seperti demam. "Orang ini tanpa gejala dan mereka masih sehat, tidak ada batuk, tidak ada demam. Ketiganya karantina di Wisma Atlet tanpa gejala," imbuh Budi Gunadi.


Menurut sang mantan Wakil Menteri BUMN, ketiganya juga sudah menjalani tes COVID-19 kedua kalinya. "Sudah diambil PCR-nya, sudah negatif." lanjutnya menjelaskan.

Konfirmasi kasus COVID-19 Omicron ini sudah seharusnya membuat masyarakat lebih waspada. Kendati demikian, Budi Gunadi mendorong masyarakat untuk tetap tenang dan jangan panik mendapati varian Omicron sudah ditemukan di Indonesia.

"Tidak usah panik, tetap hidup seperti normal, patuhi protokol kesehatan, patuhi surveilans, lakukan vaksinasi lebih cepat lagi," tegas Budi Gunadi, sembari menambahkan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan internasional jelang liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. "Mari kita merayakan liburan di dalam negeri."

Sebagai informasi, COVID-19 Omicron sudah ditetapkan menjadi varian yang mengkhawatirkan (Variant of Concern / VoC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir November 2021 lalu. Hal ini didasarkan pada tingginya mutasi yang ditemukan di varian Omicron, yang dikhawatirkan bisa membuatnya lebih mudah menular, kebal vaksin, hingga menyebabkan keparahan gejala.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait