Kasus kaburnya atau pembelotan prajurit TNI yang bertugas di Papua kembali terjadi. Baru-baru ini, salah seorang prajurit TNI diketahui kabur dengan membawa senjata api.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 20 Desember 2021 - 10:36 WIB
WowKeren - Belakangan, TNI diketahui tengah mengejar salah seorang prajurit yang bertugas di Papua. Hal ini lantaran Prada Yotam Bugiangge yang bertugas di Yonif 756/WMS Kompi C Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, kabur dengan membawa senjata api berjenis SS2V1.
Sementara itu, buntut dari kaburnya Prada Yotam dengan membawa kabur senjata api lantas membuat jejaknya kini diburu oleh Kodam XVII/Cendrawasih. Mengenai kaburnya Prada Yotam sendiri telah dikonfirmasi oleh Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga.
Aqsha mengungkapkan bahwa Prada Yotam telah kabur sejak Jumat (17/12) lalu. "Iya betul, (kabur sejak) tanggal 17 (Desember 2021) sore," tutur Aqsha saat dikonfirmasi detik.com, Minggu (19/12).
Lebih lanjut, Aqsha menuturksan bahwa Kodam XVII/Cendrawasih saat ini tengah memburu keberadaan Prada Yotam. "Iya, dicari oleh jajaran setempat," imbuhnya.
Sementara mengenai motif kaburnya Prada Yotam sendiri, kata Aqsha, hingga saat ini belum juga diketahui. Ia menyebut bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Masih didalami, kami belum bisa berikan info yang akurat, karena masih pendalaman," papar Aqsha. "Nanti kalau sudah ada hasilnya, saya beri tahu."
Sebagai informasi, Yonif 756/WMS sendiri diketahui berkedudukan di Wamena yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kemudian, Yonif 756/WMS juga merupakan salah satu batalyon yang berada di Kodam XVII Cendrawasih.
Sebelumnya, pembelotan prajurit TNI AD beberapa bulan lalu juga sempat ramai diperbincangkan oleh publik. Bahkan kala Jenderal TNI AD Andika Perkasa masih menjabat sebagai KSAD pun membenarkan hal tersebut.
Menurut Andikan, setiap tahunnya banyak prajurit TNI yang meninggalkan dinas. Salah satu contoh kasus pembelotan adalah Pratu Lukius Y Matuan yang kabur dan memilih untuk bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dan bukan menjadi kasus pertama prajurit membelot TNI.
Andika lantas menyebut motif dari kebanyakan prajurit TNI yang membelot itu salah satunya adalah lantaran terkait persoalan utang. Maka dari itu, menurut Anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra Yan Permenas TNI perlu mengadakan evaluasi, di antaranya adalah pendidikan karakter prajurit.
(wk/tiar)