Jutaan Orang Diprediksi Bepergian Saat Nataru, Ratusan Personel Di Jaktim Disiagakan
AFP/Sonny Tumbelaka
Nasional

Menjelang Nataru, pemerintah memberlakukan sejumlah aturan pengetatan agar tak terjadi lonjakan kasus COVID-19, terlebih di Indonesia telah ditemukan kasus Omicron.

WowKeren - Seperti yang diketahui, tidak lama lagi, masyarakat akan memperingati perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Akan tetapi, pada perayaan Nataru kali ini, Indonesia dan banyak negara di dunia yang masih dirundung oleh pandemi COVID-19.

Sementara itu, perayaan Nataru cenderung identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Nataru dibatalkan dan diganti dengan aturan asesmen sesuai lokasi, namun sebanyak 7 persen atau sekitar 11 juta diprediksi bakal melakukan perjalanan.

Maka dari itu, Kemenhub akan menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai pengendalian transportasi dan petunjuk pelaksanaan penumpang dalam negeri yakni SE Nomor 109 untuk transportasi darat. Kemudian SE No 110 untuk Transportasi laut, SE No 111 untuk Transportasi Udara, serta SE No 112 untuk Kereta Api yang mulai berlaku pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.


"Semua Surat Edaran merujuk pada Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 dan No 24 dan Inmendagri (Instruksi Mendagri) 66 dan 67," tutur Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, dalam siaran pers dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) – KPCPEN, Senin (20/12). "Dalam pengaturan dan pengendalian transportasi Nataru tidak akan ada penyekatan, namun diberlakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di semua prasarana transportasi."

Sementara itu, sebanyak 790 personel gabungan akan dikerahkan untuk pengamanan Nataru di Jakarta Timur. Kepala Kepolisian Resor Jaktim, Komisaris Besar Erwin Kurniawan menuturkan personel gabungan tersebut terdiri dari TNI/Polri, pemerintah dan warga, kemudian ada juga ormas.

Lebih lanjut, Erwin menerangkan bahwa ada sekitar 152 gereja di Jaktim yang perlu dijaga agar malam Natal bisa berjalan dengan lancar. Mengingat saat ini Indonesia juga masih dalam suasana pandemi, terlebih ada temuan kasus varian Omicron.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait