PT Angkasa Pura II memastikan operasional Bandara Soekarno Hatta tidak terganggu meski air sempat menggenang di kawasan Terminal 3 Internasional. Genangan air pun surut dalam 25-30 menit.
- Elvariza Opita
- Selasa, 21 Desember 2021 - 19:51 WIB
WowKeren - Kawasan sekitar Bandara Soekarno Hatta diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (21/12) sekitar pukul 13.00 WIB. Hujan deras yang terjadi pun sempat menyebabkan genangan air di sekitar kawasan bandara.
Meski demikian, PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan bahwa operasional bandara dan penerbangan secara umum tetap berjalan dengan baik. Sebab genangan air hanya ditemukan di area terbatas seperti area bongkar muat barang atau loading dock di Terminal 3 Internasional.
"Layanan kepada penumpang tidak terganggu, di mana genangan air sekitar 40 cm terjadi di area loading dock," kata Senior Manager Branch Communication & Legal Bandara Soekarno Hatta, M Holik Muardi, Selasa (21/12). "Yang merupakan area terendah di Terminal 3 Internasional."
Genangan air yang timbul pun sudah surut dalam jangka waktu 25-30 menit setelah dilakukan penyedotan dengan mobile pump berkapasitas 4.000 liter/menit. Area loading dock sendiri merupakan area terbatas dan hanya dapat diakses oleh orang dengan perizinan tertentu sehingga tidak dilalui oleh penumpang atau pengunjung bandara.
M Holik Muardi menambahkan bahwa saat ini genangan air sudah tidak ditemukan di Bandara Soekarno Hatta karena penanganan yang cepat dan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karenanya operasional bandara, termasuk untuk melayani penumpang secara umum tidak mengalami gangguan.
Di sisi lain, AP II saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab banjir. Namun sejauh ini AP II menduga banjir terjadi akibat kendala di saluran air, sehingga saat ini sedang diperiksa.
"Penyebab adanya genangan di loading dock Terminal 3 Internasional diduga adalah karena debit air di saluran utama (saluran induk) meninggi, sehingga buangan air menjadi lambat," tutur M Holik Muardi. "Kami saat ini sedang menginvestigasi faktor yang menyebabkan saluran air utama meninggi."
(wk/elva)