Abdul Rahim mengaku telah menjadi joki untuk 14 orang yang ada di daerahnya. Dengan begitu, pria tersebut total sudah menerima 16 dosis vaksin COVID-19 dari berbagai merek.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 22 Desember 2021 - 16:34 WIB
WowKeren - Kasus joki Vaksinasi COVID-19 di Pinrang, Sulawesi Selatan hingga kini masih diselidiki. Joki bernama Abdul Rahim tersebut mengaku telah menerima belasan dosis vaksin COVID-19 sebagai ganti menerima upah sebanyak Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu.
Abdul Rahim mengaku telah menjadi joki untuk 14 orang yang takut divaksin COVID-19. Dengan begitu, pria tersebut total sudah menerima 16 dosis vaksin COVID-19 dari berbagai merek.
Meski polisi turun tangan menyelidiki kasus ini, Abdul Rahim masih belum dipidana. Pasalnya, pihak kepolisian masih menunggu laporan dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Sulsel.
Menurut Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Deki Marizaldi, pihaknya telah memanggil belasan orang "pelanggan" jasa joki Abdul Rahim. Usia belasan pengguna jasa Abdul Rahim pun beragam, mulai dari muda hingga tua.
Meski demikian, baru ada sembilan orang yang telah diperiksa di Polres Pinrang. Sembilan orang tersebut mengaku takut disuntik hingga memilih menggunakan jasa Abdul Rahim. Mengingat mereka masih membutuhkan sertifikat vaksinasi COVID-19 untuk berbagai keperluan di masa pandemi COVID-19.
"Ada yang menawarkan dan ada juga yang ditawari Rahim. Dan pengakuan Rahim, dia tidak takut disuntik karena butuh uang," ungkap Deki. "Mereka takut disuntik".
Hingga saat ini, pihak Deki masih memeriksa intensif sembilan orang tersebut. Deki juga masih belum menentukan status hukum terhadap sembilan orang tersebut.
Sebelumnya, Abdul Rahim mengungkapkan bahwa dirinya hanya membawa KTP pelanggannya setiap datang ke lokasi vaksinasi. "Pakai KTP orang yang mau divaksin, mereka (petugas) cuma minta KTP, terus panggil nama," terang Abdul Rahim kala dihadirkan di Mapolres Pinrang pada Selasa (21/12).
Petugas disebut tidak mengenalinya meski Abdul Rahim menggunakan KTP orang lain untuk divaksinasi, terutama jika ia menggunakan masker. Upah dari hasil joki vaksin tersebut digunakan Abdul Rahim untuk kebutuhan sehari-hari.
"Hasilnya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, bayarannya tidak tentu, ada Rp 80 ribu, bahkan sampai Rp 800 ribu," ujarnya. "Kalau ada tawaran dari teman, ya, langsung. Ada beberapa teman juga yang mengetahui juga meminta (diwakili divaksinasi)."
(wk/Bert)