Geger Oknum TNI Tabrak-Buang Jasad Sejoli Handi-Salsa, Terungkap Bungkam Bawahan dengan Cara Ini
Nasional

Kopda DA mengungkap detik-detik kecelakaan hingga keputusan Kolonel P untuk membuang jasad sejoli Handi (18) dan Salsabila (14) yang ditabrak di Nagreg ke aliran Sungai Serayu.

WowKeren - Kasus meninggalnya pasangan remaja Handi Harisaputra (18) dan Salsabila (14) di kawasan Nagreg, Jawa Barat terus menjadi sorotan. Apalagi karena terungkap pelakunya merupakan 3 oknum TNI AD, dengan salah satu berpangkat Kolonel serta dua lainnya Kopda.

Kopda DA sebagai salah satu oknum penabrak dan pembuang jasad mengaku sudah menyarankan kepada Kolonel P untuk membawa sejoli itu ke fasilitas layanan kesehatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah mobil Isuzu Panther yang mereka kendarai menabrak Handi-Salsa pada Rabu (8/12) sore.

Namun alih-alih menyepakatinya, Kolonel P yang berpangkat lebih tinggi malah mengajak Kopda DA dan Kopda AS untuk membuang jasad Handi-Salsa. Jasad kedua remaja kemudian dibuang ke aliran Sungai Serayu di Cilacap saat dalam perjalanan menuju Yogyakarta.

"Dibuang ke Sungai Serayu dari atas jembatan," tutur Kopda DA, dikutip dari Indozone, Senin (27/12). Dalam prosesnya, Kolonel P berjaga di luar mobil sementara Kopda AS mendorong jenazah dari dalam mobil.


Tak berhenti sampai di situ, Kolonel P juga meminta kedua bawahannya tersebut untuk tutup mulut. "Kolonel Inf Priyanto mengatakan agar kejadian itu jangan diceritakan kepada siapapun," ungkap Kopda DA.

Bukan hanya itu, Kolonel P pun bersikap seolah tidak ada masalah yang terjadi selama perjalanannya tersebut. Sebab setelah menyelesaikan urusan dinasnya, Kolonel P masih sempat kembali ke Korem 133/Nani Wartabone, Gorontalo dengan pesawat.

Sesampainya di markas pun Kolonel P tidak berupaya memberitahu peristiwa yang dialaminya di Nagreg kepada atasannya. Namun bangkai yang disembunyikannya rapat-rapat ini tercium setelah jasad Handi dan Salsa ditemukan di aliran Sungai Serayu, di lokasi yang terpisah pula pada Sabtu (11/12).

Kolonel P bersama kedua bawahannya yang terlibat dalam kecelakaan segera diciduk dan kini terancam dicopot dari kedinasan, sebagaimana disampaikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Apalagi karena kepolisian mengungkap Handi masih hidup ketika dibuang ke aliran Sungai Serayu.

"Jadi, laki-laki itu (Handi) meninggal dunia karena tenggelam dan bukan karena luka di kepalanya karena luka di kepala tidak mematikan. Ini menunjukkan saat dibuang dia (Handi) dalam keadaan hidup atau tidak sadar," kata Kepala Biddokes Polda Jawa Tengah, Kombes dr Sumy Hastry Purwanti, Kamis (23/12).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait