Ada Transmisi Lokal COVID-19 Omicron di RI, Kemenkes Ungkap Kondisi Pasien dan Cara Antisipasi
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu kasus transmisi lokal COVID-19 varian Omicron di Ibu Kota. Pasien sempat sulit dievakuasi untuk kemudian dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

WowKeren - Dari 47 kasus positif COVID-19 varian Omicron di Indonesia, salah satunya merupakan transmisi lokal. Dengan kata lain pasien tersebut bukan maupun menjadi kontak erat pelaku perjalanan internasional.

"Hari ini kita meng-update temuan kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia," jelas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, Selasa (28/12). Dalam konferensi persnya, Siti Nadia turut mengungkap kondisi sang pasien transmisi lokal COVID-19 Omicron.

"Kondisi klinis yang bersangkutan ini sebenarnya tidak bergejala. Jadi sama sekali kita tidak temukan gejala sampai hari ini," tutur Siti Nadia. "Artinya sejak terdiagnosis dengan rapid antigen kemudian pemeriksaan PCR positif pada tanggal 20, dan ini adalah tanggal 27 tidak ada gejala khusus ataupun tidak ditemukan gejala. Artinya orang ini tanpa gejala."

Dengan adanya transmisi lokal ini, COVID-19 varian Omicron jelas harus lebih diantisipasi terutama oleh masyarakat luas. Lalu adakah cara-cara untuk mencegah agar jangan sampai terpapar penularan lokal?


Menurut Siti Nadia, langkah pertama adalah dengan mengetatkan perjalanan dalam negeri. "Kita tahu mobilitas itu mempengaruhi terjadinya lonjakan atau potensi lonjakan kasus, maka tentunya kita akan memperkuat untuk mobilitas atau pergerakan lokal, terutama menjelang Nataru," ujar Siti Nadia.

Termasuk di antaranya memastikan para pelaku perjalanan sudah mendapat 2 dosis vaksin dan menunjukkan hasil negatif rapid test antigen dalam kurun 1x24 jam sebelum keberangkatan. Pemerintah sendiri masih memiliki dua strategi lain, terutama dari segi pemeriksaan.

"Kedua, akan diperkuat pemeriksaan SGTF-nya," tutur Siti Nadia. "Supaya bisa lebih cepat mengetahui apakah sebuah kasus probable atau tidak."

"Terakhir adalah perkuat surveillance. Adalah bagaimana nanti akan mendorong semua lab yang kemudian memberikan hasil positif pada kasus yang ditemukan untuk kemudian segera melaporkan yang bersangkutan dirujuk pada isolasi terpusat," pungkas Siti Nadia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts