Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule berencana ke Singapura satu hari sebelum final leg kedua pada 1 Januari 2021 mendatang dan bahkan hendak masuk ke ruang ganti Timnas Indonesia.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 Desember 2021 - 17:37 WIB
WowKeren - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule baru-baru ini mendapat banyak sorotan. Pasalnya, Iwan Bule mengaku berencana ke Singapura satu hari sebelum final Piala AFF leg kedua pada 1 Januari 2021 mendatang dan bahkan hendak masuk ke ruang ganti Timnas Indonesia.
"Saya akan ke sana (Singapura) tanggal 31 Desember. Saya usahakan bisa turun ke tempat ganti pakaian (ruang ganti), saya lagi izin ke AFF," ujar Iwan Bule kala melakukan panggilan video dengan Evan Dimas dan Asnawi Mangkualam.
Pernyataan Iwan Bule ini lantas ditanggapi oleh sejumlah pihak, salah satunya Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Sang Wapres meminta agar hal tersebut dipertimbangkan terlebih dahulu manfaatnya.
"Kalau di sana (Iwan Bule) dapat memberi dorongan, motivasi, saya kira tidak masalah supaya semangat anak-anak kita di sana dapat terdorong," tutur Ma'ruf. "Manfaatnya apa di sini dan apa di sana? Kalau di sana bisa kasih motivasi bertanding, ada baiknya pergi ke sana."
Respons berbeda disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. Syaiful meminta agar Timnas Indonesia tidak direcoki menjelang laga final AFF 2020.
"Final kita kali ini ditunggu-tunggu oleh publik Indonesia yang ingin timnas sepakbola kita menang. Jangan direcoki oleh hal-hal di luar teknis," tutur Syaiful Huda dilansir detikcom, Rabu (29/12).
Lebih lanjut, Syaiful Huda mengaku bisa memahami niat Iwan Bule untuk mendukung Timnas Indonesia. Hanya saja, tutur Syaiful Huda, seluruh pihak perlu menahan diri sehingga dukungan yang diberikan sesuai koridor dan tak menabrak regulasi yang ada.
"Karena semangat beliau ingin memberikan support dan spirit tapi pemberian spiritnya diletakkan pada koridor yang proporsional menurut saya," terangnya. "Saya kira semua pihak harus menahan diri agar tidak pada posisi untuk menabrak regulasi yang sudah ada walaupun semangatnya ingin mendampingi, dan seterusnya."
(wk/Bert)