Bocah berusia 12 tahun tersebut sempat mengalami demam dan muntah-muntah pada malam hari setelah divaksin. Siswa kelas 6 SD tersebut meninggal dunia setelah menerima vaksinasi dosis pertama pada 27 Desember 2021.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 30 Desember 2021 - 18:39 WIB
WowKeren - Seorang siswa kelas 6 SDN Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia kurang dari 24 jam setelah menerima suntikan pertama Vaksin COVID-19 Pfizer. Bocah berusia 12 tahun tersebut sempat mengalami demam dan muntah-muntah pada malam hari setelah divaksin.
Polisi akan menunggu hasil penelusuran Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan Dinas Kesehatan Jombang terkait penyebab kematian siswa bernama Muhammad Bayu Setiawan tersebut. Hasil penelusuran itu akan digunakan untuk menentukan apakah polisi perlu melakukan proses hukum atau tidak.
"Kalau hasil penyelidikan mereka (Komda KIPI dan Dinkes Jombang) ada nanti, mungkin salah satu contoh malpraktik, bisa jadi masukan bagi kami," tutur Teguh kepada detikcom, Kamis (30/12).
Menurut Teguh, pihaknya akan menggelar penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus meninggalnya siswa itu apabila hasil penelusuran Komda KIPI dan Dinkes Jombang menunjukkan indikasi tindak pidana. Untuk menunjang penyidikan, jenazah Bayu perlu diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Kalau untuk menunjang penyidikan, mau tidak mau (jenazah Bayu diautopsi). Kan banyak kejadian sudah dimakamkan dibongkar lagi," jelasnya.
Di sisi lain, pihak keluarga mendiang Bayu menolak jenazahya diautopsi. Hal ini disampaikan oleh Teguh.
"Sedangkan dari sisi keluarga sendiri kemarin kan tidak mau dilakukan autopsi. Sebenarnya (autopsi) biar lebih tahu penyebab meninggalnya anak ini," ungkapnya.
Sebagai informasi, Bayu diberi Vaksin COVID-19 Pfizer karena usianya sudah 12 tahun. Sehingga ia tidak masuk kategori anak usia 6-11 tahun yang vaksinasinya memakai Sinovac.
Menurut Kepala Dinkes Jombang, drg Budi Nugroho, Bayu tergolong penerima vaksin COVID-19 anak dan remaja usia 12-17 tahun sehingga ia diberi dosis Pfizer. "Vaksin yang digunakan Pfizer, ini bersamaan dengan momennya usia 6-11 tahun ya, tapi anak ini usia 12 tahun yang seharusnya ikut tahapan yang kemarin (vaksinasi anak dan remaja usia 12-17 tahun), tapi belum melakukan itu," papar Budi pada Rabu (29/12).
(wk/Bert)