Herry Wirawan Terungkap Cuci Otak Istri dan Perkosa Saudara, Jaksa: Kejahatan Luar Biasa
Nasional

Persidangan lanjutan kasus guru pesantren rudapaksa santriwati, Herry Wirawan, membongkar deretan kejahatan lain yang dilakukan. Termasuk mengancam psikis istrinya hingga tak berani melapor.

WowKeren - Kasus rudapaksa oleh oknum guru pondok pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan, terhadap belasan santriwatinya terus menjadi sorotan publik. Kejahatan yang terjadi bisa dikategorikan sangat besar, sehingga tentu memicu pertanyaan mengapa baru terungkap sekarang.

Pertanyaan ini terjawab ketika istri Herry dihadirkan di persidangan lanjutan pada Kamis (30/12). Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar, Asep N Mulyana, yang menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini, Herry rupanya dengan tega mencuci otak sang istri demi memuluskan aksi kejahatan seksualnya.

"Jadi kalau teman-teman bertanya kenapa ini baru terungkap sekarang, kenapa istrinya tidak mau melapor," kata Asep, dikutip pada Jumat (31/12). "Di dalam istilah psikolog ada dampak-dampak dirusak fungsi otak sehingga orang tidak bisa membedakan mana itu benar dan salah."

"Boro-boro melapor, istrinya pun tidak berdaya," imbuh Asep. Bahkan Herry tak segan untuk mengintimidasi istrinya agar tidak berkutik ketika mengetahui rencana pemerkosaan tersebut.

"Jadi dia disuruh, 'Ibu tinggal di sini'. Bahkan, mohon maaf, ketika istri pelaku mendapati suaminya kemudian pada saat malam naik ke atas dan mendapati pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh pada korban, dia tidak bisa apa-apa," jelasnya.

Herry bukan hanya mencuci otak sang istri melainkan juga para korban, terutama dengan iming-iming kemudahan fasilitas dan berbagai hal lain. Lalu setelahnya Herry seperti meminta imbalan dari para korban.


"'Saya kan sudah berikan kamu ini, tolong dong' kasarnya begitu. 'Kamu juga memahami kebutuhan saya, tentang keinginan saya'," tutur Asep.

Kejahatan Herry tak berhenti di situ. Sebab sang oknum pengelola pesantren juga pernah memperkosa saudara sepupu istrinya, yang dengan tega dilakukan saat sang istri sedang hamil besar. Bahkan sepupu istri Herry pun ikut hamil karena aksi rudapaksa tersebut.

"Ada dampak psikologis bagi istri tersebut luar biasa," papar Asep. "Mohon maaf istrinya saking terdampak anak yang dilahirkan pertumbuhan tidak normal. Iya (korban sepupu hamil)."

Istri Herry terus mendapat ancaman psikis, bahkan ketika sebenarnya ia mengetahui perbuatan bejat suaminya. "Jadi begini namanya perasaan seorang perempuan curiga, ada perasaan yang tidak enak ketika ditanya ke pelaku," ujar Asep.

"Ia menjawab, 'Itu urusan saya. Ibu ngurus rumah, ngurus anak-anak, selesai'," lanjutnya.

Perbuatan ini, menurut Asep, disebut sebagai "membekukan otak". "Sehingga secara sukarela mau melakukan apapun yang diminta oleh pelaku," terang Asep.

Seluruh aksi kejahatan Herry bukan hanya menimbulkan trauma bagi korban tetapi juga menimbulkan keresahan sosial. "Ini sekali lagi kejahatan luar biasa tentu pemberantasannya harus luar biasa. Ini kejahatan serius," pungkas Asep.

(wk/Indr)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait