Jawa Timur Laporkan Kasus COVID-19 Varian Omicron Pertama
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Pada Minggu (2/1), Tim Peneliti UNAIR memaparkan bahwa pihaknya telah menemukan kasus COVID-19 dengan varian Omicron di Jawa Timur. Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Untuk pertama kalinya, Jawa Timur (Jatim) melaporkan kasus COVID- 19 dengan varian Omicron. Pasien tersebut merupakan seorang warga dari Kota Surabaya.

Hal ini dibeberkan oleh Ketua Institute of Tropical Disease (ITD) dan Tim Peneliti Universitas Airlangga (UNAIR), Prof dr Maria Lucia Inge Lusida MKes PhD SpMK. "Iya Mbak. Satu sudah confirmed, orang Surabaya," kata Prof Inge sebagaimana dilansir dari detikcom, Minggu (2/1).

Prof Inge menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Kementerian kesehatan. "Kita kan biasa rutin melakukan surveillance. Pertama kali mungkin ya ketemu di sini di Surabaya. Sudah kita laporkan ke Pak Menkes, sudah dilaporkan di data bank GISAID," ungkapnya kemudian.

Karena ITD UNAIR ditugaskan untuk mengurus seluruh sampel di Jatim, Prof Inge mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan pemeriksaan whole genome di sana. Oleh sebab itu, pihaknya menerima banyak sampel dari beberapa rumah sakit dan laboratorium.


"Tapi harus hati-hati, takutnya menanjak. Rutin datang (sampel), kalau sekarang kasusnya sedikit ya dikit, kasus banyak ya banyak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Prof inge memaparkan bahwa pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Pulau Bali. "Iya (dari Surabaya) berlibur ke Bali. Nanti (lebih jelasnya) ke Pak Menkes. Takut salah," kata Prof Inge kepada IDN Times Jatim.

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 di Jatim mencatat adanya peningkatan kasus hingga 15 orang pada Sabtu (1/1). Dengan penambahan tersebut, jumlah kasus aktif di Jatim kini mencapai 98 orang dari total 400.081 kasus.

Sedangkan total kasus konfirmasi Omicron di Indonesia berjumlah 136 orang per Sabtu (1/1). Dari jumlah tersebut, 68 di antaranya berstatus sebagai kasus baru yang dilaporkan pada Jumat (31/12).

Kementerian Kesehatan sendiri sempat memprediksi adanya peningkatan jumlah kasus konfirmasi akibat varian Omicron, yang memiliki tingkat penularan yang tinggi. Hal ini diperparah dengan tingginya mobilitas selama libur Natal dan Tahun Baru.

(wk/eval)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait