Tinjau PTM 100 Persen di Kota Semarang, Gubernur Jateng Soroti Masih Ada Siswa Kurang Jaga Jarak
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau dua SMA di Kota Semarang yang menerapkan PTM 100 persen pada Selasa (4/1) hari ini. Dua sekolah tersebut adalah SMAN 11 Kota Semarang dan SMAN 10 Kota Semarang.

WowKeren - Sejumlah wilayah telah mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen, salah satunya Jawa Tengah. Sejumlah sekolah di Kota Semarang, khususnya tingkat SMA/SMK, telah melaksanakan PTM 100 persen sejak Senin (3/1).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantas meninjau dua SMA di Kota Semarang yang menerapkan PTM 100 persen pada Selasa (4/1) hari ini. Dua sekolah tersebut adalah SMAN 11 Kota Semarang dan SMAN 10 Kota Semarang.

Ganjar lantas menyoroti model PTM yang diterapkan di tiap sekolah. Di SMAN 10 Kota Semarang misalnya, siswa dibagi menjadi dua kelompok belajar agar bisa mengatur jarak antar-siswa di dalam kelas. 50 persen siswa masuk pagi hari, sedangkan 50 persen lainnya masuk siang.

"Ternyata beberapa di antaranya punya model-model. Satu, modelnya setengah- setengah, jadi 50 persen anak belajar sampai pukul 12.00, terus kemudian setelah pukul 12.00 kelas berikutnya, sehingga kelas hanya diisi setengah (kapasitas)," ujar Ganjar usai meninjau PTM di SMAN 10 Kota Semarang.

Sedangkan SMAN 11 Kota Semarang menerapkan model yang berbeda. Di sekolah ini, 100 persen siswanya belajar di sekolah sejak pukul 07.30 hingga 12.00. Namun pihak sekolah melakukan pengawasan ketat sejak peserta didik memasuki lingkungan sekolah, dan masih menutup kantin.


"Tapi tadi saya melihat ada satu yang full 100 persen sekolahnya sampai pukul 12.00," papar Ganjar. "Meskipun kantin masih tutup dan mereka bawa (bekal) sendiri, tetapi jaraknya masih terlalu mepet karena satu bangku ada dua anak. Saya minta nanti untuk dievaluasi."

Sementara itu, protokol kesehatan di pelaksanaan PTM ini dinilai Ganjar sudah relatif bagus. Baik siswa maupun guru sudah cukup disiplin menerapkan prokes dari proses awal hingga akhir pembelajaran.

Namun demikian, Ganjar menegaskan bahwa sekolah perlu terus memantau aktivitas siswa selama ada di sekolah. Ganjar meminta agar sekolah menyediakan Satgas atau pengawas yang rutin berkeliling dan mengingatkan siswa serta guru untuk menerapkan prokes.

"Misal tadi ada seorang guru lupa copot masker, katanya sebentar. Itu yang kadang- kadang kita lupa, nah itu kita ingatkan," tuturnya. "Jadi bukan hanya kepada peserta didik tetapi gurunya juga mesti diingatkan. Kalau melihat semangat anak-anak sih bagus, mereka merasa ini seperti sudah mendekati normal dan mereka bisa menjaga. Hanya, ya mesti ada kontrol."

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan bahwa jumlah sekolah di Jawa Tengah yang telah menerapkan PTM 100 persen masih dalam pendataan. Berdasarkan laporan sementara, hampir semua sekolah tingkat SMA di Kota Semarang telah menerapkan PTM 100 persen.

"Kalau di Semarang hampir semua sudah melakukan. Sekarang lagi saya minta merekap semua termasuk yang di level SD- SMP. Masih saya tunggu, mudah-mudahan hari ini sudah ada laporan. Sampai kemarin belum pada melaporkan," pungkasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts