Booster COVID-19 Mulai Minggu Depan, Cek Syarat Penerimanya
sehatnegeriku.kemkes.go.id
Nasional

'Kick off' vaksinasi COVID-19 dosis ketiga alias booster dimulai Rabu (12/1) minggu depan. Sejauh ini hanya terungkap booster akan diberikan secara gratis dan berbayar.

WowKeren - Program vaksinasi COVID-19 dosis penguat atau booster sedianya dimulai pada Rabu (12/1) pekan depan. Berbeda dengan vaksin booster sebelumnya, kali ini program menyasar untuk masyarakat umum alih-alih hanya tenaga medis.

Lantas, adakah persyaratan untuk penerima vaksin booster? Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya sempat menjelaskan bahwa vaksin booster akan diberikan kepada masyarakat di atas usia 18 tahun.

"Diberikan ke golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi WHO," jelas Budi Gunadi, Senin (3/1). "Dan akan diberikan ke kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria 70 persen suntik pertama dan 60 persen suntik kedua."



Untuk daftar daerah yang memenuhi kriteria tersebut per Selasa (4/1) bisa dilihat di sini. Namun terdapat beberapa persyaratan lain untuk penerima vaksin booster, seperti dikutip dari IDN Times berikut ini.

  1. Sudah lebih dari enam bulan setelah disuntikkan dosis kedua vaksin COVID-19
  2. Usia 18 tahun ke atas yang tinggal dalam pengaturan perawatan jangka panjang dan memiliki kondisi medis yang mendasarinya
  3. Usia 18 tahun ke atas yang bekerja atau tinggal di lingkungan berisiko tinggi paparan COVID-19

Program vaksinasi booster juga dilaksanakan dalam dua skema, yakni gratis dan berbayar. Vaksinasi booster juga akan diberikan kepada kelompok prioritas terlebih dahulu, yakni mencakup lansia, pemilik riwayat penyakit atau komorbid, pemilik gangguan imunitas atau autoimun, dan masyarakat yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Dalam keterangannya, Budi Gunadi mengungkap bahwa lansia juga bisa mendapat vaksin booster gratis bila terdaftar sebagai PBI BPJS Kesehatan. "Jumlahnya ada 83,1 juta orang yang ditanggung APBN dan disiapkan 92 juta vaksin," kata Budi Gunadi, dikutip pada Kamis (6/1).

"Sisanya, biaya mandiri dengan total 125,2 juta orang atau setara 139 juta vaksin. Untuk vaksinasi ini ada cadangan vaksin 10 persen," sambungnya.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts