RI Diprediksi Tembus 380 Ribu Kasus COVID-19, Pakar Justru Nilai Bisa Capai 1 Juta Per Hari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Prediksi ini dirilis oleh lembaga penelitian kesehatan global independen asal Universitas Washington AS, Institute for Health Metrics and Evaluations (IHME), yang memperkirakan Varian Omicron akan makin menyebar di Indonesia.

WowKeren - Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan kasus COVID-19 harian hingga ke angka 380 ribu pada bulan April 2022 mendatang. Prediksi ini dirilis oleh lembaga penelitian kesehatan global independen asal Universitas Washington AS, Institute for Health Metrics and Evaluations (IHME), yang memperkirakan Varian Omicron akan makin menyebar di Indonesia.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, lantas mengatakan bahwa prediksi pertambahan kasus harian tersebut sangat mungkin terjadi. Pasalnya, tutur Dicky, Varian Omicron menyebar 3-4 kali lebih cepat dari Varian Delta. Bahkan Dicky memperkirakan bahwa kasus COVID-19 harian Indonesia bisa menembus angka 1 juta per hari.

"Terkait potensi 380 ribu itu sangat mungkin. Bahkan lebih dari itu amat sangat mungkin. Bisa 1 juta per hari seperti di Amerika Serikat," papar Dicky kepada CNN Indonesia, Kamis (6/1). "Karena apa, ini bicara Omicron yang begitu efektif dalam menginfeksi, bahkan 3-4 kali lebih cepat dan lebih banyak dari Delta varian."

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan bahwa kasus Omicron sebagian besar tidak bergejala sehingga sulit untuk dideteksi. Menurut Dicky, hal itu berpotensi dapat memicu laju pertambahan kasus COVID-19.


"Penyebarannya dari Omicron ini banyak juga menyebar di orang yang sudah punya imunitas tadi sehingga kan samar. Silent dia. Karena tidak bergejala. Bahkan 90 persen tidak bergejala," terangnya. "Dan di tengah keterbatasan daya deteksi kita sehingga kan belum tentu mendeteksi peningkatan yang cepat. Ini lah salah satu kelebihan Omicron."

Dicky sendiri memperkirakan bahwa gelombang ketiga COVID-19 Indonesia akan terjadi pada bulan Februari atau Maret tahun ini. Meski demikian, ia menilai bahwa lonjakan kasus di gelombang ketiga ini tidak akan seburuk gelombang dua yang terjadi di Indonesia pada bulan Juni hingga Juli 2021 lalu.

Menurutnya, ada sejumlah hal yang dapat memicu munculnya gelombang ketiga. Yang pertama adalah banyak aktivitas yang mulai dilonggarkan pada PPKM kali ini.

Yang kedua adalah imunitas masyarakat yang masih tergolong kecil. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa capaian vaksinasi COVID-19 dosis lengkap di Indonesia per 5 Januari 2022 mencapai angka 55,26 persen. Angka tersebut dinilai Dicky masih terbilang rendah untuk menghadapi Varian Omicron.

"Kita perlu di atas 85 persen kalau bicara Omicron. Rata rata yang negara aman 90 persen. Termasuk kita sudah harus segera memulai booster untuk kelompok berisiko tinggi," pungkasnya. "Kalau bisa harus dicapai kalau bisa Maret ya. Bagaimana pun itu berisiko."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts