WNI Ungkap Pengalaman Terpapar Omicron Sepulang Dari Turki, Ini Gejala yang Dirasakan
AFP
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Pasien yang tengah diisolasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso itu mengetahui dirinya terpapar Omicron setelah didiagnosis melalui hasil pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS).

WowKeren - Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif terpapar COVID-19 Varian Omicron membagikan pengalamannya. WNI yang berprofesi sebagai dosen tersebut terpapar Omicron sepulang dari Turki.

Saat ini, WNI dengan sebutan Adit (bukan nama sebenarnya) itu tengah diisolasi dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Adit mengaku hanya merasakah gejala ringan.

"Gejalanya sebelum dikonfirmasi COVID-19 itu biasa, ada demam sama batuk," ungkap Adit dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (8/1). "Sebenarnya masuk rumah sakit gejalanya sudah hilang semua. Gejala demam sudah hilang semuanya, jadi lebih stabil."

Lebih lanjut, Adit mengungkapkan bahwa dirinya tidak berhubungan dengan kontak erat kasus Omicron. Ia baru mengetahui dirinya terpapar Omicron setelah didiagnosis melalui hasil pemeriksaan Whole Genome Sequences (WGS).

Selama menjalani masa perawatan di RSPI, Adit sendiri baru mengetahui bahwa ia memiliki D-Dimer tinggi. Ia juga memiliki sejumlah penyakit penyerta alias komorbid.


"Memang saya tensi tinggi, ada komorbidnya hipertensi. Yang lain saya kira biasa-biasa saja," pungkasnya.

Di sisi lain, Varian Omicron disebut- sebut berpotensi memicu gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia. Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, menjelaskan bahwa sejumlah lembaga luar negeri telah memprediksi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia akibat Omicron, salah satunya Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME).

"Prediksi tersebut berdasarkan asumsi dan belum tentu akurat karena tidak memasukkan semua parameter yang spesifik Indonesia," tegas Pandu.

Apalagi Pandu menilai lebih dari 85 persen penduduk Indonesia akan memiliki kekebalan tinggi memasuki tahun 2022. Hal ini sesuai dengan survei serologi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Adapun Pandu tetap mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan segera menerima vaksinasi COVID-19 lengkap.

"Perlu diingatkan lagi cara-cara pencegahan infeksi terhadap Sars-Cov-2, apapun variannya. yakni vaksinasi untuk tekan risiko hospitalisasi, pakai masker dan hindari tempat dengan ventilasi buruk cegah infeksi. Yang terbaik semua dilakukan," pungkasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts