Beredar Isu Omicron Jadi Vaksin Alami COVID-19, Begini Kata Ahli
AFP
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Ahli penyakit dalam membeberkan pendapatnya soal isu COVID-19 varian Omicron bisa menjadi vaksinasi alami untuk menghadapi pandemi. Ia menegaskan bahwa penularan COVID-19 Omicron tetap harus dicegah.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membenarkan bahwa gejala yang ditimbulkan dari infeksi varian Omicron tidak separah varian yang lain. Asumsi ini pun memicu sejumlah pendapat lain, termasuk bahwa kemunculan Omicron bisa jadi merupakan vaksinasi alami terhadap pandemi COVID-19.

Namun benarkah anggapan tersebut? Spesialis penyakit dalam RA Adaninggar, dr, Sp.PD mengungkap pernyataan berbeda terkait asumsi tersebut.

Adaninggar menjelaskan bahwa prinsip vaksinasi adalah memberikan kekebalan kepada seseorang tanpa risiko sakit atau meninggal. "Sementara Omicron masih bisa menyebabkan gejala berat dan kematian pada orang-orang rentan," tegas Adaninggar melalui keterangan tertulis, dikutip dari Kompas pada Sabtu (8/1).

Tenaga medis yang akrab disapa Dokter Ning tersebut menjelaskan bahwa sistem imun manusia bisa mengenali lalu membentuk senjata perlawanan terhadap virus yang sebelumnya pernah menginfeksi. Vaksin meniru konsep tersebut dengan memasukkan komponen virus yang aman dan tidak menyebabkan sakit, dalam hal ini COVID-19.


Dengan demikian, harapannya tubuh sudah siap melakukan perlawanan sehingga gejala yang ditimbulkan lebih ringan. Sementara terkait dengan keberadaan Omicron, vaksinasi diharap bisa mengurangi jumlah orang yang rentan terhadap COVID-19 meski risiko infeksi itu tidak serta-merta menghilang.

"Dengan membiarkan penularan Omicron loss, artinya jumlah orang yang bisa kena Omicron akan meningkat," jelas Dokter Ning. Meski gejalanya ringan, bila penyebarannya meluas maka bisa memicu kenaikan besar-besaran kasus COVID-19 di Indonesia.

Hal ini berpengaruh terhadap kemampuan fasilitas kesehatan di Indonesia. Lalu bila penularan Omicron meluas, maka jumlah orang berisiko yang terinfeksi juga akan semakin meningkat.

Bila dibiarkan, kapasitas faskes tidak memadai sehingga berisiko menimbulkan jumlah kematian yang tinggi. "Jadi penularan Omicron tetap harus dicegah karena dampak domino pada faskes yang harus utama dicegah," tuturnya.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19 Omicron juga masih sama, yakni dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan serta vaksinasi. Dokter Ning juga menegaskan bahwa membiarkan orang terinfeksi Omicron dengan dalih sebagai vaksinasi alami sangat tidak etis lantaran besarnya risiko yang mengiringi termasuk gejala berat hingga meninggal dunia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts