Varian Omicron di Indonesia Capai 318 Kasus, Terbanyak Dari Pelaku Perjalanan Turki
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kemenkes ungkap kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia kembali bertambah. Sejauh ini, kasus Omicron yang ditemukan di Indonesia secara keseluruhan didominasi dari pelaku perjalanan luar negeri.

WowKeren - Seperti yang diketahui kasus COVID-19 varian Omicron sudah ditemukan di Indonesia. Bahkan juga sudah terjadi transmisi lokal.

Kini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa kembali ada tambahan kasus Omicron di Indonesia sebanyak 57 orang. Dengan begitu, total kasus Omicron di Indonesia saat ini menjadi 318 orang, terhitung per Jumat (7/1).

"Pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 57 orang, sehingga total konfirmasi Omicron sebanyak 318 orang," tutur Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/1).

Lebih lanjut, Widyawati menuturkan bahwa penambahan 57 kasus Omicron itu terdiri dari 7 kasus transmisi lokal, dan 50 orang pelaku perjalanan dari luar negeri. Selain itu, ia juga memaparkan jumlah kasus Omicron secara keseluruhan.

Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat (7/1), kata Widyawati, kasus transmisi lokal kini berjumlah 23 orang, dan kasus pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang. Ia juga mengungkapkan bahwa secara kumulatif, kasus Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi.


"Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi COVID-19," imbuh Widyawati. Dengan begini menunjukkan bahwa dengan sudah divaksinasi COVID-19 lengkap tidak menjadikan kebal terhadap paparan virus.

Selanjutnya, Widyawati menambahkan bahwa saat ini sebanyak 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (OTG). Kemudian, 4,3 persen di antaranya merupakan kasus memiliki komorbid seperti diabetes melitus dan hipertensi, serta 1 persen kasus membutuhkan terapi oksigen.

Sementara berdasarkan lokasinya, Widyawati mengatakan 97 persen kasus Omicron didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Di sisi lain, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menuturkan bahwa pihaknya merekomendasikan perawatan berupa perubahan tata laksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, seperti penambahan obat molnupiravir dan paxlovid untuk gejala ringan.

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta," jelas Nadia. "Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit."

(wk/tiar)


You can share this post!

Related Posts