Viral Aksi Pria Tendang Sesajen di Lokasi Erupsi Semeru, Pelaku Diburu Polisi
Twitter/Setiawan3833
Nasional
Erupsi Semeru

Dalam video 30 detik yang viral, tampak seorang pria menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru. Bupati Lumajang Thoriqul Haq berusaha mencari pria tersebut dibantu polisi.

WowKeren - Video aksi pria menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru viral di media sosial. Bupati Lumajang Thoriqul Haq berusaha mencari pria yang menendang sesajen dalam video yang viral tersebut.

Dalam video 30 detik yang viral, seorang pria mengenakan tutup kepala dan rompi tampak mendekati sesajen yang diletakkan di atas tanah. Tampak dua sesajen, yakni buah dan nasi yang masing-masing ditempatkan di dua wadah terpisah.

"Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," kata pria sambil menunjuk ke arah sesajen.

Pria tersebut kemudian membuang sesajen buah dengan tangannya dan menendang sesajen nasi. Kedua sesajen langsung jatuh ke bawah dan berserakan.

Viral Aksi Pria Tendang Sesajen di Lokasi Erupsi Semeru, Pelaku Diburu Polisi

Source: Twitter


Dilansir dari detikcom pada Minggu (9/1/2022), Bupati Lumajang Thoriqul Haq membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan, "Benar memang (kejadian pria menendang sajen)."

Menurut Thoriq, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Pronojiwo. Ia kemudian memastikan bahwa pihaknya bersama polisi dibantu relawan di lokasi terdampak erupsi Semeru sedang mencari pria penendang sesajen.

"Saya minta semua teman-teman, baik aparat maupun relawan di sana untuk mencari, dari mana orang itu, atau identitasnya siapa itu, dari kelompok mana itu. Saya minta segera untuk dicari, dan saya minta harus untuk pelaku mengklarifikasi supaya ini tidak menganggu kami yang ada di Lumajang, yang saat ini damai," kata Thoriq.

Pelaku yang ternyata bukan warga Lumajang diduga adalah salah satu relawan yang turun ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Thoriq mengaku kecewa dengan aksi pria tersebut.

"Bukan orang Lumajang, saya pastikan bukan orang Lumajang, ini orang datang dari luar. Apapun motifnya jadi bagian relawan ke Lumajang, tentu saya kecewa tindakan itu. Karena itu melanggar tata nilai yang kami hidup berdampingan bersama dengan seluruh agama, seluruh suku di Lumajang," ujar Thoriq.

"Apalagi dokumen video yang menghilangkan identitas agama yang salah satunya alat untuk sebagai sarana tempat ibadah yang itu juga dimusnahkan dengan cara tidak baik dan tidak bagus (menendang sesajen)," imbuhnya.

(wk/chus)

You can share this post!

Artikel Terkait