Kasus COVID-19 Aktif DKI Jakarta Hampir Capai 2.000, Dinkes Bilang Begini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus COVID-19 aktif di DKI per Minggu (9/1) mencapai 1.874 kasus. Angka kasus COVID-19 aktif tersebut meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah kasus aktif pada saat libur Natal 25 Desember 2021 lalu yang mencapai 377 kasus.

WowKeren - Kasus COVID-19 Varian Omicron di DKI Jakarta kian bertambah. Hingga Minggu (9/1), total ada 407 kasus Omicron di Ibu Kota yang terdiri atas 350 kasus impor dan 57 kasus transmisi lokal.

Sementara itu, kasus COVID-19 aktif di DKI juga terus bertambah. Sebagai informasi, kasus aktif adalah pasien yang masih terinfeksi COVID-19 dan sedang dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri di rumah.

Jumlah kasus COVID-19 aktif di DKI per Minggu kemarin mencapai 1.874 kasus. Angka kasus COVID-19 aktif tersebut meningkat hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah kasus aktif pada saat libur Natal 25 Desember 2021 lalu yang hanya mencapai 377 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa mayoritas kasus COVID-19 aktif ini terdeteksi dari pelaku perjalanan luar negeri. "Perlu digarisbawahi bahwa 1.415 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," ungkapnya.


Sementara itu, Oktavia meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai penularan COVID-19, termasuk Varian Omicron. Oktavia juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI akan terus meningkatkan tracing untuk deteksi dini penyebaran COVID-19 di Ibu Kota.

"Target pelacakan ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 88.084 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 743.310 per sejuta penduduk," paparnya.

Selain itu, Oktavia juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI terus menggencarkan program vaksinasi COVID-19. Hingga kini, sudah ada 11.962.482 orang di DKI Jakarta yang menerima setidaknya satu dosis Vaksin COVID-19. Jumlah ini terdiri dari 70 persen warga dengan KTP DKI, dan 30 persen warga dengan KTP non-DKI.

"Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 9.336.308 orang dengan proporsi 71 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 29 persen warga KTP non-DKI," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sempat mengungkapkan dugaan tingginya kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota. Politisi Partai Gerindra tersebut menduga hal itu merupakan imbas liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts