Kasus Aktif COVID-19 DKI Tembus Angka 1.000, Wagub Duga Salah Satunya Karena Libur Nataru
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama di tengah adanya Varian Omicron yang lebih menular.

WowKeren - Jumlah kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta mencapai total 1.394 per Jumat (7/1). Mayoritas kasus aktif COVID-19 Jakarta merupakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang baru kembali ke Tanah Air.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria lantas mengungkapkan dugaan tingginya kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota. Politisi Partai Gerindra tersebut menduga hal itu merupakan imbas liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Ya saya kira memang perlu menjadi perhatian kita, ada kenaikan yang cukup tinggi beberapa hari ini. Itu mungkin salah satunya disebabkan karena memang libur Nataru," tutur Riza di Balai Kota DKI. "Kami minta perhatian semuanya untuk lebih hati- hati, lebih waspada dan melaksanakan protokol kesehatan. Jadi jangan anggap enteng."

Riza sendiri berharap agar angka kasus COVID-19 tersebut bisa ditekan. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama di tengah adanya Varian Omicron yang lebih menular.

Pemprov DKI Jakarta sendiri hingga saat ini masih mengupayakan penanganan penyebaran Varian Omicron dengan pelacakan dan perawatan (tracing dan treatment). Riza juga mengimbau masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera mendapatkan suntikan Vaksin COVID- 19.


"Tracing dan treatment juga kita awasi lagi penjagaan semuanya, kita akan upayakan seperti sebelum-sebelumnya," paparnya. Tapi yang paling penting warga DKI Jakarta sendiri memastikan kesehatan, prokes secara disiplin dan bertanggung jawab. Anak-anak yang belum divaksin segera divaksin."

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengungkapkan bahwa 1.082 dari 1.394 kasus aktif COVID- 19 di Ibu Kota merupakan PPLN. Pada Jumat kemarin, jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta bertambah sebanyak 300 orang, 230 orang di antaranya merupakan PPLN.

"Perlu digarisbawahi bahwa 1.082 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri," jelas Dwi dalam keterangan tertulisnya. "Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 300 orang sehingga total 866.631 kasus, yang mana 230 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri."

Dari total 866.631 kasus positif tersebut, 851.648 pasien alias 98,3 persen telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 13.589 pasien alias 1,6 persen dilaporkan meninggal dunia.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,6 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts