Menkes Yakin RI Bakal Hadapi Gelombang Omicron, Tapi Malah 'Tolak' Pasien Masuk RS
BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini Indonesia akan menghadapi gelombang COVID-19 varian Omicron. Meski demikian, Budi Gunadi meminta masyarakat untuk tidak panik.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Indonesia akan menghadapi gelombang virus Corona varian Omicron. Pasalnya penularan varian tersebut begitu cepat, bahkan melampaui Delta.

Kendati demikian, Budi Gunadi tegas meminta masyarakat untuk tidak panik karenanya. "Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini, tidak usah panik, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik," tutur Budi Gunadi dalam konferensi pers, Senin (10/1).

"Pengalaman menunjukkan, walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini juga turunnya cepat," imbuh Budi Gunadi terkait dengan gelombang Omicron yang mungkin terjadi. "Yang penting jaga prokes, disiplin surveilansnya dan percepat vaksinasi rekan-rekan kita yang belum mendapatkan vaksinasi."

Hal lain yang ditekankan Budi Gunadi adalah bahwa varian Omicron kemungkinan tidak menyebabkan kenaikan drastis tingkat keterisian rumah sakit akibat gejala yang parah. "Memang kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta, tetapi yang dirawat akan lebih sedikit," tegasnya.


Karena itulah, Kemenkes kemudian mengganti strategi penanganan wabah COVID-19 Omicron. Kali ini sang mantan Wakil Menteri BUMN menginstruksikan masyarakat yang terpapar varian Omicron untuk tidak langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Sehingga strategi Kemenkes RI akan digeser," ujarnya. "Yang tadinya ke rumah sakit, kini fokusnya ke rumah, sehingga tidak banyak orang yang ke rumah sakit."

Pergeseran kebijakan ini, dipastikan Budi Gunadi, sudah berdasarkan penelitian terhadap gejala-gejala yang dirasakan ke-414 pasien COVID-19 Omicron di Indonesia. Walau demikian, nanti Kemenkes juga akan tetap mengategorikan apakah seorang pasien Omicron bisa dirawat di rumah saja atau harus dipantau intensif di pusat kesehatan.

"Kementerian Kesehatan sudah melakukan penelitian untuk 414 pasien Omicron ini apa gejalanya," papar Budi Gunadi. "Gejala apa yang hanya perlu dirawat di rumah, sebagian besar akan begitu gejala seperti apa yang dirawat diisolasi terpusat seperti di wisma atlet, gejala seperti apa yang masuk rumah sakit, mana yang sedang dan mana yang berat."

Untuk pasien Omicron yang dirawat di rumah, Budi Gunadi menyatakan bahwa Kemenkes juga telah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memastikan konsultasi dokter serta akses obat-obatan. "Kami juga sudah bekerja sama dengan satu start up di bidang logistik dan BUMN Kimia Farma untuk bisa memastikan obat-obatannya bisa sampai," pungkasnya.

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts