Program Vaksin COVID-19 Booster Dimulai Besok, KSP: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Lagi
Nasional
Vaksin COVID-19

Kantor Staf Presiden (KSP) memastikan bahwa manfaat vaksin COVID-19 booster telah dikaji oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

WowKeren - Indonesia akan mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga alias booster pada Rabu (12/1) besok. Kantor Staf Presiden (KSP) pun memastikan bahwa Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengkaji manfaat vaksin COVID-19 booster yang akan diberikan kepada masyarakat.

"Penggunaan vaksin booster juga sudah terjadi di 120 negara. Seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir lagi," papar Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo, dikutip pada Selasa (11/1).

Abraham lantas mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lebih dari 350 juta dosis Vaksin COVID-19 untuk program booster selama enam bulan ke depan. Yakni mulai bulan Januari hingga Juni 2022.

"Vaksinasi booster akan dimulai secara bertahap. Untuk stok vaksin Januari 21 juta, Februari 35 juta, Maret 48 juta, April 66 juta, Mei 83 juta, dan Juni 99 juta," paparnya.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengeluarkan izin penggunaan darurat alias EUA (emergency use authorization) untuk lima jenis Vaksin COVID-19. Antara lain CoronaVac (Sinovac), AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Zifivak.


Nantinya, vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua. "Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut," tutur Abraham.

Sebelumnya, BPOM telah mengumumkan lima jenis Vaksin COVID-19 yang dapat digunakan sebagai booster di Indonesia. Efek samping vaksin COVID-19 tersebut umumnya bersifat ringan dan sedang.

Menurut Kepala BPOM Penny K Lukito, efek samping CoronaVac meliputi nyeri di tempat suntikan dan kemerahan dengan tingkat keparahan berada di grade 1-2. Kemudian untik Pfizer, kejadian yang tidak diinginkan bersifat lokal, salah satunya adalah nyeri di tempat suntikan.

Efek samping Pfizer juga bisa meliputi sakit kepala dan demam, nyeri otot serta sendi. Grade keparahannya adalah 1-2.

Sedangkan untuk AstraZeneca, efek sampingnya dinilai bersifat ringan dan sedang. "Bersifat ringan dan sedang, ringan lebih besar 55 persen, sedang 37 persen," jelasnya.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts