Singapura Ungkap Data Kematian COVID-19 Berdasarkan Vaksin yang Diterima, Paling Banyak Sinovac
Dunia
Vaksin COVID-19

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung memaparkan bahwa 247 kasus kematian COVID-19 pada tahun 2021 terjadi pada pasien yang telah divaksinasi dengan berbagai vaksin yang tersedia di Singapura.

WowKeren - Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengungkapkan bahwa negaranya mencatat 802 kasus kematian akibat COVID-19 sepanjang tahun 2021. 555 kasus kematian di antaranya merupakan pasien COVID-19 yang tidak divaksinasi.

"Meskipun (jumlah orang) yang tidak divaksinasi adalah sebagian kecil dari populasi kita, mereka berkontribusi terhadap 70 persen kematian pada tahun 2021," ungkap Ong pada Senin (10/1).

Ong juga mengungkapkan rincian data kasus kematian COVID-19 di Singapura tahun 2021. Ia memaparkan bahwa 247 kasus kematian COVID-19 pada tahun 2021 terjadi pada pasien yang telah divaksinasi dengan berbagai vaksin yang tersedia di Singaura.

Selain itu, Ong juga memberikan tingkat insiden kasar untuk kematian per 100.000 orang berdasarkan vaksin yang mereka gunakan. Berikut rinciannya:


  1. 79 kematian per 100.000 adalah pasien yang belum sepenuhnya divaksinasi
  2. 11 kematian per 100.000 adalah mereka yang divaksinasi dengan Sinovac
  3. 7,8 per 100.000 divaksinasi dengan Sinopharm
  4. 6,2 per 100.000 divaksinasi dengan Pfizer-BioNTech
  5. Satu per 100.000 divaksinasi dengan Moderna

"Angka ini hanya indikatif. Seperti yang saya sebutkan, ukuran sampelnya kecil dan mereka juga tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kematian seperti usia dan waktu vaksinasi," paparnya.

Sementara itu, pemerintah Singapura akan terus berusaha meyakinkan masyarakat yang telah memenuhi syarat vaksinasi COVID-19 namun belum mau divaksinasi untuk segera menerima suntikan mereka. Menurut Ong, sejauh ini sekitar 46 persen dari populasi Singapura sudah menerima booster Vaksin COVID-19.

"Kami baru-baru ini membawa sekitar 900.000 orang berusia 18 hingga 29 tahun ke dalam program booster, di mana 700.000 di antaranya sudah memenuhi syarat untuk menerima booster mereka hari ini. Cakupan booster kami akan terus berkembang selama bulan Januari," terangnya.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah akan ada kebutuhan untuk suntikan booster lebih lanjut. Ong menjelaskan bahwa Israel adalah satu-satunya negara yang sejauh ini telah mengesahkan dosis keempat vaksin COVID-19 untuk individu yang tidak memiliki kekebalan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts