Survei Tunjukkan Dukungan Masyarakat Untuk Presiden 3 Periode Makin Meningkat
presidenri.go.id
Nasional
Wacana Jokowi 3 Periode

Wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode tampaknya makin banyak didukung publik Tanah Air. Apakah hal tersebut mungkin untuk direalisasikan?

WowKeren - Jumlah publik Tanah Air yang setuju dengan wacana penambahan masa jabatan presiden mengalami peningkatan. Hal itu terdata dalam survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada Desmeber 2021. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkap dalam survei diketahui responden yang menyebut setuju dan sangat setuju masa jabatan presiden tiga periode meningkat signifikan meskipun masih minoritas di bawah 50 persen.

"Apa sumber kenaikannya itu? Approval rating yang naik, itu satu, yang kedua tidak ada capres yang dominan," ujar Burhanuddin di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta pada Selasa (11/1).

Dukungan publik terhadap masa jabatan tiga periode meningkat dari 22,9 persen pada September 2021 menjadi 35,6 persen pada November 2021. Kemudian meningkat lagi menjadi 38,6 persen di bulan Desember 2021.

Hal itu berakibat sebagian pemilih, terutama pendukung Jokowi, mengharapkan sang presiden bisa menambah satu periode lagi masa jabatannya. Burhanuddin pun menilai isu tersebut bukan sesuatu hal yang mustahil dalam politik. Meski begitu, wacana penundaan pemilu menjadi tahun 2027 menurut Burhanuddin menjadi hal yang lebih mudah dilakukan.


"Meskipun dari sisi komplikasi politiknya mungkin lebih berat untuk menggolkan tiga periode ketimbang penundaan pemilu. Itu pula yang menyebabkan Pak Bahlil kemarin agak misquote dengan hasil survei saya," jelasnya.

"Jawaban saya adalah karena mindset publik di Indonesia pemilu itu per lima tahun sekali bukan ditunda 2027, tapi secara politik memang lebih mudah menggolkan ini (penundaan pemilu) ketimbang tiga periode. Apa alasannya? Kan tiga periode kan perlu amandemen UUD 45 tapi kalau yang ini pengalaman sebelumnya tidak perlu amandemen," terangnya.

Selain itu, menurut Burhanuddin yang juga diuntungkan dari penundaan pemilu adalah 575 anggota DPR dan ketua umum partai. Sebab dengan adanya penundaan, mereka tidak perlu menyiapkan Pemilu 2024.

"Itu saya kira dugaan saya kenapa Pak Bahlil kemarin lebih ngomong soal penundaan pemilu ketimbang perpanjangan (masa jabatan). Tetapi lagi-lagi kita mengingatkan ini persoalan serius, serius dalam pengertian akan memunculkan koalisi antara kelompok demokrasi dengan kelompok saya sebut Islamis konservatif yang anti presiden Jokowi menolak baik penundaan atau perpanjangan yang bisa berimpilkasi ke masalah keamanan," pungkasnya

(wk/amel)

You can share this post!

Artikel Terkait