Surat kabar resmi Partai Buruh Korut, Rodong Sinmun, membagikan foto Kim Jong Un yang mengenakan mantel kulit hitam panjang dan menggunakan teropong untuk menonton peluncuran rudal.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 12 Januari 2022 - 16:29 WIB
WowKeren - Kim Jong Un dilaporakan mengawasi secara langsung uji coba rudal hipersonik yang dilakukan Korea Utara. Media pemerintah Korut lantas mengungkapkan bahwa Kim Jong Un meminta para ilmuwan untuk mempercepat upaya dalam membangun "otot militer".
Ini merupakan pertama kalinya Kim Jong Un tampak menghadiri peluncuran rudal dalam hampir dua tahun terakhir. Surat kabar resmi Partai Buruh Korut, Rodong Sinmun, membagikan foto Kim Jong Un yang mengenakan mantel kulit hitam panjang dan menggunakan teropong untuk menonton peluncuran rudal.
"Kemampuan manuver yang unggul dari kendaraan luncur hipersonik lebih mencolok diverifikasi melalui uji tembak terakhir," demikian laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).
Setelah menyaksikan pengujian rudal tersebut, Kim Jong Un mendesak para ilmuwan militer untuk, "lebih mempercepat upaya untuk terus membangun kekuatan militer strategis negara itu baik dalam kualitas maupun kuantitas dan lebih jauh memodernisasi tentara".
Sementara itu, Chad O'Caroll selaku CEO Korea Risk Group yang memantau Korea Utara, mengatakan bahwa kehadiran Kim Jong Un pada peluncuran itu penting. "Ini berarti Kim tidak khawatirkan dikaitkan secara pribadi dengan pengujian teknologi baru yang besar dan tidak peduli bagaimana AS melihat ini," cuit O'Caroll.
Sebagai informasi, Kim Jong Un tidak pernah terlihat menghadiri peluncuran rudal sejak Maret 2020. Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul, memberikan pandangannya terkait implikasi kehadiran Kim Jong Un tersebut.
"Senjata hipersonik Korea Utara secara teknologi tidak siap untuk ditempatkan. Tetapi media pemerintah menghebohkan tes terbaru, yang secara pribadi diawasi oleh Kim Jong Un, sebagai 'verifikasi akhir' dari kemampuan militer baru," paparnya dikutip dari Al Jazeera. "Ini terlihat seperti box checking klasik Korea Utara, mengklaim keberhasilan item agenda dari pidato Kim sebelumnya dalam upaya untuk meningkatkan legitimasi politik dan meningkatkan tekanan diplomatik."
Meski demikian, Easley menyebut bahwa kemampuan Pyongyang untuk mengancam tetangganya terus tumbuh. Hal ini menggarisbawahi urgensi kerja sama AS-Korea Selatan-Jepang dalam pertahanan rudal dan perlunya akuntabilitas yang lebih besar di Tiongkok serta penegakan sanksi PBB oleh Rusia.
(wk/Bert)